My Passion (ariep.multiply.com)

Arie's posts with tag: bukber

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
ddd
dThumbnaild
ddd

BUKBER USAID-CBAIC @ PACIFIC RESTO – THE RITZ CARLTON PACIFIC PLACE – JAKARTA >



SCBD, Jl. Jend Sudirman Lav 52-53, Jakarta 12190, 021 2550 1888


Tahun ini bukber kantor diadakan di Pacific Resto The Ritz Carllton Hotel, karena udah ada yang ngurus ya ngikut aja deh, tinggal datang dan makan ini. Sehari menjelang acara dapat kopian menu buffetnya, ternyata ada dua versi menu yang berganti2 setiap hari. Menu untuk besok menarik2 banget ada Lebanese Corner, Indian Corner, Seafood Corner dll, udah ngerancang2 apa yang mau diambil dari menu dengan dihilight pakai marker, tentunya contekan ini beredar di kantor.

Besoknya jam 5.15 sudah sampai di lantai 6 hotel ini, mungil ya ternyata restonya (ya Hotelnya juga sih), di lantai 6 ini selain resto pacific, ada loungenya juga yang nggak kalah mungilnya. Masih sepi karena masih lama juga waktu buka, tapi buat saya kesempatan untuk keliling2 melihat makanan apa yang disajikan, sambil motret2.

Di Lebanese corner, saya ngobrol dengan Chef Hani yang asli Lebanon, diimport dari The Ritz Carlton Sharm El Sheik Mesir. Chef Hani menyiapkan aneka Mezzes (tapas ala Lebanon), Roti Pita, Sambousek (pizzanya Lebanon), Chicken Shawarma, Lamb Kebab dan Thyme Scented Sea Bass.

Dari situ saya melihat bagian Seafood, uhmmm ada fresh oyster, poached prawan dan thai prawn salad. Geser dikit ke appetizer, wah ada dua macam salmon, sebagai penggemar salmon saya udah niat ingsun untuk menjajah ini nanti. Salmonnya dibikin dua versi, yang pertama ala Scandinavia dengan mustard dill marinate ditopping shaved fennel and dill salad, yang kedua Asian style tepatnya Jepang dengan sake cured plus topping seaweed salad, duh udah kebayang smoothnya salmon.

Selain itu di deretan appetizer ini ada Foie Gras juga, buntut balado salad (unik euy), asian duck compote, dan lobster salad in Vietnamese rice paper. Ada maki sushi juga dengan isian salmon, tuna atau ebi, yang seru tobikonya warna-warni ada orange (yang std) , hijau dan item. Seafoodnya tentu disajikan diatas bed of crushed ice, biar tetap segar. Oh iya ada lho appetizer sundaan, pepes tahu yang dipresentasikan keren banget, udah kayak terrine aja.

Berhubung sudah dekat berbuka, saatnya mengumpulkan tajilan, di juice bars cukup ektensif pilihannya. Ada in-house mocktailnya date mocktail, apricot lalu ada Tamarind Juice (gula asem) Strawberry Juice, Ice Lemon tea dan Ice lychee Tea, ada minuman unik ala arabique lho, menurut waiternya, ya kolak arab lah pak , duh mas isinya apa gitu ganti dirojer. Ambil segelas Apricot mocktail, beberapa kue dari meja tajil, Indian cheese cigars dan Barfi.

Di Meja tajil ini isinya mix, dari Indonesia ada Kolak pisang, lumpia sayur dan pudding gula jawa (gudir itu loh). Lalu Indian cukup banyak sweetsnya, ada Gulab Jamun, bola2 tepung disiram sirup gula yang terlalu manisnya itu, ada rasmalai (rice pudding), dan beberapa tajilan India lagi. Arabique dan Med ada aneka kue2 sejenis baklava, Mamool cookies dan tentu saja Kurma dong.

Setelah minum dan tajil, yang sya udah incer adalah appetizer/seafoodnya. Dua macam salmon tadi @ 3 piece langsung ditaruh dipiring, termasuk toppingnya, lalu maki sushi 3 warna tadi (plus soy sauce, gari dan wasabinya), lobster spring roll, oyster, poached prawn, dan foie gras. Begitu bedug dug dug, setelah niat , minum apricot juice dulu, seger deh. Lalu setelah itu barfi dan cheese cigarsnya, hmmm biasa aja ah, barfinya juga teskturnya kurang asik.

Karena kue tajilannya agak ga suka, langsung aja deh ke Seafood platternya. Kedua Salmonnya diatas2 rata2 rasanya, terutama yang Scandinavian version, dill dan salmon memang udah jodoh banget, apalagi ketambahan crunchynya shaved fennel yang aromatic, asik banget. Osyter diglegeg langsung setelah dikucuri sedikit lemon, cukup seger, asinnya nggak terlalu menggangu dan after tastenya yang aroma iron itu terasa samar2 saja. Maki sushinya juga lumayan walau tidak ekstra special, kan bukan specialtynya disini.

Foie Gras dan terrinenya smooth dan tasty banget, digarnish dengan snow pea sprout yang lucu, duh nyesel ambil cuma satu. Terakhir lobster yang dibungkus dengan Vietnamese style rice wrapper, isinya sih asik lobsternya tapi wrappernya kaku banget cenderung keras. Pasti yang bikin ga terlalu tau nih tekniknya menyiapkan rice wrapper kering dengan baik dan benar harusnya si wrapper dicelup air sebentar sampai translucent tapi nggak sampai pecah, lain kali berlatih dulu ya cep (chef). Poached prawnnya ya biasa lah udang rebus tapi gede, saya lebih prefer udang rebus kecil di tukang seafood yang lebih manis itu.

Setelah itu sasaran berpindah ke Lebanese Mezze, Chef Hani menjelaskan semua mezze yang dia sediakan. Karena fans berat mezze, saya coba deh semua, 2 macam sambousek, 5 macam dip dan salad, serta pita breadnya, lalu dari grill cobain setusuk chicken shawarma dan lamb kebab in pita pocket.

Sambousek berupa semacam pizza tipis (ada juga yang dibentuk kayak pastel atau samosa), ada dua topping, yang pertama memakai Lebanese Cheese (serupa cottage cheese) dan dried herbs dan yang kedua bertabur sumac berries, souring agents khas timteng dan sesame seeds. Yang cheese agak keasinan buat saya, kejunya kenceng banget, yang kedua lebih cocok, sumac berries memang unik banget rasanya, asam tapi aromatic, enak deh.

Setelah itu roti pita hangat yang dibakar langsung dioven di corner ini dicocol bergantian. Pertama hummus dulu, Lebanese staple yang dibuat dari chickpeas (garbanzo beans) yang dihaluskan dan dicampur garlic, olive oil, lemon juice, tahini (sesame paste) dan garam, ini memang dipping favorit saya, tasty banget. Setelah itu baba ganoush dari terong panggang yang dimash, yang ini lebih sopan rasanya (artinya saya lebih suka hummus).

Setelah itu lentil paste yang hampir sejurusan dengan humus tapi dari kacang lentil (teteup lebih suka hummus), lalu ada Muhamara, nah yang ini enak juga nih, dibuat dari walnut yang digiling, dicampur cabe kering, olive oil dan pomegranate syrup (sirup delima), yang ini nendang banget rasanya akibat adanya cabe kering, warnanya juga cakep kemerahan, boleh deh jadi saingan hummus, taburan walnut utuh dan pine nuts bikin saya tambah ngefans ama dip yang ini. Terakhir ada dua macam salad, Tabouleh yang isi sayur2an, parsley dan cracked wheat sama eggplant fatoush, salad terong yang ditabur pine nuts.

Chicken Shawarmanya lumayan, tapi herbsnya kurang kenceng kalau saya bilang sih. Lamb Kebabnya yang luar biasa, irisan tipis daging domba dicampur dengan salad dr bw bombai, julienned paprika dan mint. Diisikan ke roti pita yang dirobek sehingga membentuk kantong, sebelum diisi, tuh kantong pita diolesin tahini (sesame and garlic paste) dulu, jadi semacam mayonya. Kebab yang bener memang begini rasanya yang menonjol adalah rasa lamb dan herbsnya (dr mint dan tahini). Kalau kebab yang di mall2 itu hmmm yang menonjol mayo dan sambelnya ya bo hahahaha, this is the real thing, nikmeh banget.

Setelah Lebanon selesai, skr pindah ke India. Chef Singh yang asli India Utara didatangkan dari The Ritz Carlton Bahrain. Dia menyiapkan aneka makanan India Utara yang tarikannya lebih rich, moghul cuisine gitu. Saya ambil sedikit chicken tikka, sabzi (sayur di bumbu kari kental), butter chicken, mixed pickle, mushroom, mint coriander chutney dan beberapa lembar kerupuk papadam kesukaan saya. Nah Indian foonya juga nggak kalah tastynya dengan yang Lebanese, tikka dan butter chickennya superb, dimakan dengan nasi “pera” dari beras basmati. Sabzinya berisi terong, kentang dan kembang kol, yang ini juga enak banget mirip kari sayur tapi kering, paling enak kentangnya.

Sambil makan, lauk2 rich diatas sesekali dicocol ke raita (yoghurt and cucumber) dan coriander mint chutney (yang ijo itu) sehingga efeknya jadi segar, disini letak ilmu makan ayurveda ala India, mirip yin yangnya oriental. Sesekali saya comot mixed pickle yang berisi lemon, cabe dan gooseberry (olive India), pedes euyyy picklenta. Kerenyahan papadam jadi pengikat yang baik untuk makanan ini, sangat enak Indian foodnya, thanks Chef Singh.

Nah last but not least, dessert dong. Saya liat banyak sekali dessert yang ditawarkan, ada aneka cheese cake (raspberry, peanut butter, praline, pistachio cream brulee) termasuk fruit cheese cakenya yang cantik banget dengan penataan mixed fruit menjulang keatas. Di bagian cake ada juga Fluorless choc yang tertata cantik, sampai nggak tega ngambilnya. Dessert lainnya ada Om Ali (artinya Ali’s Mom) dan Bread and Butter pudding, Om ali ini sejenis dengan bread butter pudding, tapi arabique style (pakai cardamom atau spice lain). Ada

Akhirnya saya pilih dessert keren yang diberi nama Mascarpone with Rhubarb Glaze, wah begitu ada Rhubarb saya langsung ambil gelas ini, susah bo cari rhubarb disini (ya di ranch or sogo ada sih tapi mahal). Rhubarb itu bukan buah tapi batang berwarna merah (daunnya sendiri ga bisa dimakan), setelah dipotong2 dan dipoached, rhubarb ini bisa diolah jadi macam2, jadi isian cheese cake atau pies bisa, di kasih es krim or crème anglaise juga enak, atau dipuree seperti dessert saya ini, dikasih mascarpone dan ditopping dengan pure apricot.

Ga salah pilih memang, dessertnya juara banget, usahakan menyendok setiap layernya, rhubarb yang asam manis ketemu mascarpone yang smooth dan apricot yang seger, enak dan fresh banget, masih kerasa di lidah nih paduan rasanya. Setelah itu share dengan temen2 dicoba fluorless choc cake, biasa ah malah saya bilang kurang moist, kesannya terlalu padat. Lalu pudding mango dengan cane sugar, nah yang ini cukup seger, konsistensi puddingnya baik, dan ada potongan2 mangga arumanis didalamnya, asik banget, dan penyajiannya unik, puddingnya ditaruh di gelas martini tanpa kaki, lalu ditaruh diatas gelas lain yang berisi crushed ice. Terakhir nyicipin poached berries with green tea macaroon, kalau dimakan individual sih enak, poached berriesnya asam segar dan macaroonya crunchy, tapi kalau digabung euh enggak banget deh nggak kena paduannya.

Makanan lain yang ga sempet dicoba, Seabass in thyme sauce, Sop Buntut, Sop Iga, Gulai Otak, Semur Daging, Salad Bar, Soups dll. Overall saya merekomendasikan tempat ini untuk bukber, kalau kesana lebih baik berkutat aja di Indian dan Lebanese foodnya, plus seafood dan dessert, harga memang nanjak abis.


Kerusakan: VERDICT: DIREKOMENDASIKAN (walau harga curam menanjak)

The Ritz Carlton Jakarta September Event

The Silk Route High Tea, Mon-Fri 3:00-5:00 PM @ Pacific Lounge, Tea/Coffe, fine selections of Indonesian, Lebanese and Indian snacks and sweets. 128K++/pax

The Silk Route Buka Puasa, everyday 5:30-9:00 PM @ Pacific Restaurant, Indonesian, Indian and Lebanese Food. 228K++/pax for adult and 128++/pax for children 5-12, including free flow juices

The Silk Route Sunday Brunch, Sunday 12:00 noon – 3:00 PM, Lebanese and Indian delicacies. 248K++/pax for adult and 148++/pax for children 5-12, including free flow juices

All pics taken with pocket digital camera


ddd
dThumbnaild
ddd

BUKBER JALANSUTRA JOGJA – WARUNG BACEMAN – JOGJA


Jl. Tamansiswa 32 , Buka 11:00-23:00, cabang di Jl. Timoho Utara , Gg, Gading

Menu: BACEMAN: Paha/Dada bisa Goreng/Bakar 7K, Kepala/Ceker isi 3 -3K, Ati ampela 3,5K, Iso/Babat/Burung Puyuh 6K, Burung Dara 15K, Tahu isi 2 2,5K, Tempe isi 2 2K, Empal/Paru 7K. BACEMAN SPESIAL PEDAS: Paha/Dada bisa Goreng/Bakar 7,5K, Burung Puyuh 6,5K, Burung Dara 15K. BACEMAN SPESIAL AYAM KAMPUNG: Utuh 1 ekor Goreng 40K/Goreng Pedas 45K ; ½ ekor plus kepala goreng 23K/goreng pedas 25K ; ½ ekor goreng 20K/goreng pedas 22K. UNGKEP BUMBU GURIH GORENG: Paha/Dada 7K, Kepala 3K, Ati ampela 3,5K, ,Burung Puyuh 6KTahu isi 2 2K, Tempe isi 2 1,5K. Telur Ceplok/Dadar 2,5K, Sayur Lodeh/Aneka Tumisan 2,5K, Oseng2 Kikil 4K, Sambal Bawang/Mentah Trasi 1,5K


Saat mengetahui bahwa saya harus ke Jogja untuk menghadiri sebuah pertemuan, saya langsung menghubungi JSer Jogja Hesty, yang pernah ikut MNJ dan menjadi member kontingen panlatan yang saya kumendani. “Hesty aku jumat dan sabtu di Jogja, bukber yuk ama JSers Jogja, kamu Ketupat ya” sebuah faith accompli yang tidak bisa ditolak oleh Jeng Hesty “oke boss” jawabnya pasrah, wehehe pengalaman sebagai Ketupat lho Ty, grup Ketupat itu eksklusip di JS hehe.

Setelah menimbang sana-sini mengenai tempat, ada usulan Pondok Cabe (udah pernah), SS (udah juga), Sederhana (lah really masakan padang di Jogja) dll, akhirnya ketemu satu tempat yang kebetulan belum pernah saya coba yaitu warung baCeman di Jl. Taman Siswa Jogja, selain gampang diakses dari mana2 menunya juga khas Jogja banget yaitu baceman.

Saya sempat mengirimkan email kepada Mas Tony Pongoh dan Mas Jarot Djody untuk mengikuti bukber ini, dan rekan2 berdua ini ternyata menjawab bisa. Pada hari H nya Jeng Hesty mengumumkan sekitar 10 nama yang bisa mengikut acara bukber ini, ada Mas Djarot, Ardian (mahluk yang ini sih sering ketemu hehe), Mas Tony Pongoh, Fajar Handika, Wulan dan Arum, Saya dan Hesty sendiri tentunya.

Berhubung sekitar jam 3 saya sudah selesai kurilang-kuriling sambil ngeborong makanan buat bukber di Pasar Kauman, langsung saya merapat di trotoar gedung pusat UGM, kantornya Jeng Hesty. Setelah menjemput ybs, langsung menuju TKP di Jl. Taman Siswa, karena datang agak awal tentunya masih belum ada segelintir JSers pun. Pelan tapi pasti, berdatangan para JSers, Ardian dan teman, Pak Djody dan Teman, Mas Tony, Andy (Fajar Handika) dan Sukma (Istrinya Andy), Wulan dan Arum (teman kantor HEsty yang juga member JS), dan belakangan Adhy (yang ini sering ketemu juga) yang ternyata ketiduran dan baru nyusul menjelang kita bubaran.

Tempat bukber kita kali ini, cukup sederhana tapi nyaman dengan design ala rumah gedhek, makanan bisa dipilih sendiri karena disajikan di meja panjang, untuk kemudian digoreng atau dibakar. Selain aneka baceman ada beberapa macam sayur juga yang masing2 kita pesan satu porsi.

Saat beduk ditabuh, langsung kita menyerbu makanan pembukanya (yang saya beli Kauman) plus minuman yang dipesan di baCeman. Kicak adalah salah satu yang laris manis, makanan ini hanya ada saat ramadhan di Pasar Kauman. Isinya ketan yang bercampur dengan gula dan kelapa parut, ditopping irisan nangka yang bikin aromanya kemana2. Carang Gesing kegemaran masa kecil jadi tajilan saya, irisan pisang yang di tum dengan sedikit santan dan gula, kayumanis derta cengkeh, lembut dan aromatic banget, pas untuk berbuka secara berbukalah dengan yang manis kan kata iklan. Untuk minum saya pesan Teh Pocinya yang menggunakan gula batu yang raw (masih kecoklatan), maremmm banget.

Kue2 lain ada Kipo kotagede, bungkusan carang gesing satunya ternyata isinya Mentho (kue semacam nagasari tapi isi ayam), yang dinikmati dengan gusto oleh Ardian. Andy segera mencomot bacem tempe gembus yang diberi nick name Ati Macan hehe, ada tempe koro bacem juga, keduanya saya beli di Pasar Kauman. Garang Asam Ayamnya bergagrak solo/jogja yang menggunakan antan dan sedikit kekuningan, saya Cuma sempat nyicipi kuahnya yang lumayan enak.

Bergeser ke hidangan utama, kita pesan beberapa menu baceman disini plus lauk2 dari Kauman. Bacem Ayam Kampung Goreng Pedas yang saya pesan cukup tasty, dengan ayam kampung yang gurih dimarinade bumbu pacem tapi pedes, lalu dibakar diatas arang. Untuk saya ini pertama kali makan ayam bacem tapi pedes hehe, cukup unik lah dan layak jadi alternative baceman konvensional, cocolannya ada sambel bajak manis, ambel bawang yang lebih pedes dan sambel trasi. Bacem ayam negeri juga dipesan termasuk ceker, tahu/tempe, rempelo ati, burung puyuh (gemak) dan kepala. Nah itu semua saya nggak nyoba, tapi menurut Andy bacem kepala ayamnya udah kurang segar, yahhhh piye toh baCeman. Sebagai pendamping dipesan sayur lodeh, Oseng daun papaya dan kikilnya yang lumayan enak, terutama daun pepayanya.

Geser ke menu yang saya bawa dari Kauman, brongkosnya cukup marem dengan kuah yang tasty dan menggunakan kluwek kualitas baik. Mangut Lelenya walau keliatan merah menyala tapi ternyata rasanya cukup sopan, nggak segarang wajahnya, lelenya dipakai ukuran sedang yang gurih. Kerusakan kita per orang malam itu, believe it for not, 14K per orang bo (diluar makanan dr Kauman), murah banget kan, wong diwarung ini ada paket bukber 10K kok sudah dapet tajil, Jogja memang sangat affordable.


ANGKRINGAN SEBOEL


Jl. Timoho, buka malam

Menu: Wedangan2, Es2an, Jagung/pisang/roti bakarm Sego kucing dan lauk pauk


Demi memasyarakatkan pintong dan memintongkan JSers Jogja, maka kita pintong ke Angkringan Seboel di Jl. Timoho, yang sering dipakai kongkow JSers Jogja termasuk saat ultah JS ke 4 yang rencananya Teleconference itu lho hehe. Disini kita minum2 aja, saya pesan Es Jahe. Lho udah Jahe tapi kok es, enak kok rasanya dingin tapi hangat, dingin saat disedot tapi hangat di hati.

Memang benar kata Cindih Cereth bahwa butuh waktu melumerkan JSers, tapi setelah lumer wah siapa yang bisa menghalang2i kegokilannya. Saat sebelumnya rada2 Jaim di baCeman karena baru pertama ketemu (kalau saya sudah pernah ketemu Hesty, Ardian dan Adhy), di Seboel ini karena pengaruh Es Jahe dan Es The Jahe mampu menanggalkan kejaiman kita semua, guyon sana-sini, ledek sana-sini layaknya keluarga yang baru reunian, memang keluarga kan, Keluarga JSkyu.

Sambil minum kita peen Pisang dan Jagung Bakar, ternyata semua member JS harus melihat kejagungnya sebelum menggit dan mengunyahnya, insting primate yang tidak hilang karena evolusi rupanya haha. Saya sempet mbungkus Nasi teri dan nasi oseng2 plus ayam untuk saur nanti, takutnya makanan hotel kurang sedep.

Disini JSers yang sudah ga kumplit (Mas Tony, Wulan dan Arum ga ikutan ke Seboel) akhirnya janjian untuk ketemu saat syawalan nanti. Sebelum pulang Andy membagian voucher “semacam tempat makan” di Jakal untuk kita semua. Adhy menyambut paling girang karena akhirnya kesampaian makan di di semacam tempat makan ini, dia sih udah sering kesana tapi mepet di Warung Borjo disebelahnya lokasi ini hehe.


Kerusakan: 51 K untuk semua, VERDICT: DIREKOMENDASIKAN (Versi Angkringan yang modern dengan tempat nyaman)

TERIMA KASIH UNTUK SEMUA JSERS JOGJA TERUTAMA IBU KETUPAT , SAMPAI KETEMU LAGI YA


ddd
dThumbnaild
ddd

BUKBER JALANSUTRA – WaTa KITCHEN PASARAYA BLOK-M JAKARTA



Menu: Soto Banjar Nyaman, Dapur Laut, Ayam Taliwang, Bebek Portico Khas Bali, Bakwan Malang, Nasi Pecel, Rujak Bang Jali, Waroeng Kampoeng Tengkleng Kambing, Nasi Liwet Keprabon, Ayam Kalasan, Soto Ambengan, Nasi Bakar Hiup Hiup, Tahu Kok Bangka, RM Tinoor, RM Papua Yougwa, Soto Kwali Sapi/Ayam, Soto Kudus Mbak Lien, Sop Buntut Borobudur, Nyeresep Masakan Sunda, Sate Maranggi Purwakarta, Kedai Ma Pinah, Nasi Timbel Ayam Penyet, Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih, Nasi Uduk dan Ayam Goreng Kebon Kacang, Bakmi Pong, Kambing Bakar Madu Depot Tanjung, Sop Dudung Roxy, Ketoprak, Gado2 Jakarta, Pempek, Sari Ratu, Masakan Aceh dll.


Di usianya yang ke 5 ini Jalansutra kembali mengadakan acara buka puas untuk member2nya , khususnya yang berdomisili di Jakarta. WaTa Kitchen akhirnya dipilih sebagai lokasinya, selain banyak pilihan makanan, konsepnya yang foodcourt juga memudahkan member dan panitia mengurus sendiri makanan yang hendak dikonsumsi, sehingga kalau ada yang statusnya JJTJ (Janji2 Tinggal Janji) pun nggak terlalu berpengaruh. Ketupat dari acara ini adalah Mod/Owner Wasis Gunarto, Opornya Lidia Tanod, saya brambang gorengnya dan dibantu beberapa volunteer seperti Ervita MSK (Miss Sakaw Kopdar). Saat hari H, Mod Lidia mengumumkan bahwa pendaftaran sudah ditutup, ada 32 orang member mendaftar plus moderator dan pengurus Koperasi JS, sengaja dibatasi 30 orang saja supaya mudah managenya dan lebih akrab gitu.

Saat sampai disana sekitar jam 16:45 sudah ada Mod Lidia, Mod/Owner Wasis, Mod Irvan, Ervita, Rani, Maria, Riva dan Alex Setia. Kursi sebanyak kurang lebih 40 buah sudah di tek untuk acara kita, spanduk Jalansutra yang dibawa mod Irvan disampirkan mengarah ke depan, untuk memudahkan member JS mengenali kita, tentunya spanduk ini mengundang perhatian orang2 yang mulai berdatangan di WaTa Kitchen. Pelan tapi pasti member2 lain berdatangan, ada Arie Diah dan Yusti, Barens Hidayat, Nota, Gunadi Henoch, Dadi K, Imelda, Denisa dan suami, Budi Sulitsyo, Marchel, Peny, Widya dll,

Berhubung ini Food Court, maka para peserta langsung sibuk liat2 stand untuk memesan makanan, setiap peserta mendapatkan complimentary teh manis dari Jalansutra yang dipesan oleh Mod Lidia. Setelah keliling2, akhirnya saya memesan Nasi Krikil dari Rm Ma Pinah, tadinya mau Ikan Etong Bakarnya dipaketin sama Nasi Krikil, ternyata sudah habis, ya udah diganti Gepuk goreng saja. Setelah itu saya memesan Soto Ayam Ambengan ala Surabaya. Arie Diah dan Yusti ternyata ngefans menu bebek, mereka berdua pesan Bebek Goreng Surabaya dan Bebek Betutu Portico. Sementara Rani dan Ervita kompakan memesan Soto Banjar Nyaman, dengan varian bening dan satunya yang pake susu.

Wasis yang wong purwokerto serta saya yang mertuanya dari Puerto Rico juga memrotes mendoan yang dibawa salah satu peserta, itu mah bukan mendoan, loncange langkaaa (ngapak2 mode on). Akhirnya Wasis memesan mendoan di salah satu gerai yang lebih menyerupai Mendoan asli PWT, yang ini banyak daun bawang (loncangnya). Memang menurut Wasis Mendoan itu enak banget, wong mentahnya aja enak ya Sis hahaha. Wasis sendiri mesen menu Selat Solo, walau dia bilang seringnya makan Soto Kwali disini. Beberapa oknum lainnya memesan Nasi Bakar Tuna (Barens), Nasi Krawu (Budi), Ikan Woku (Alex), Nasi Kebuli (Lidia), Sate Maranggi (Denisa), ah itu aja saya yang inget.

Makanan yang lumayan enak adalah Selat Solo, legit kuahnya, apalagi telur kuning purenya pas banget rasa dan konsistensinya. Bebek betutu goreng aka Bebek ngangkangnya portico juga lumayan enak, Nasi Krikilnya gurih juga dan Nasi Bakar Tunanya cukup tasty. Lainnya, em rada gagal euy, Nasi Krawunya keliatan kurang otentik, Srotonya rada palsu ga pake sambel kacang dan krupuk merah, Soto ambengannya kurang tasty. Sate Marangginya juga jauh dr aslinya, malah enakan Sate Maranggi di Duren Tiga tempatnya Bu Yayah.

Habis itu sebagian dari kita pintong, tadinya ada rencana ke resto HHB dalam rangka meng upgrade selera haha, akhirnya mau cari yang manis2 aja. Beberapa orang mencoba es2 ala Singapura seperti Es Cendul (Cendul lho bukan Cendol) ada juga yang coba Almong Longan dan Es Cupucino (Capuccino tapi Cupu-Culun Punya). Saya minum Jus Duren Kopyornya MM (krn Alpukatnya abis), yang diikuti oleh beberapa orang, sebagai snack dipesan seporsi Sate Padang Mak Syukur, Jam 9 tepat kita meninggalkan Pasaraya dengan hati puas, momen paling menyenangkannya bukan makanannya tapi ketemu keluarga JSer, baik yang sudah bosen ketemu sampai yang masih kinyis2 baru pertama ketemu (yang kebetulan cukup banyak jumlahnya). Beberapa Vendor di WaTa sepertinya harus nge fine tune makanan2 mereka, banyak yang miss euy.

Start:     Sep 17, '08 5:30p
> Men-temens JS,
>
> Rencananya milis kita tercinta akan ngadain bukber hari Rabu, tanggal
> 17 september 2008 di Wata Kicthen, Pasaraya Blok M. Sekalian melepas
> kangen, temen-temen juga diperbolehkan membawa makanan buat dicoba
> sama temen2 yg lain..
>
> Buat pendaftaran silakan kirim email japri saja ke Mba Lidia
> (lidiatanod(et)gmail.com)..
> Peserta dibatasi 30 orang ya..
>
> Oya, Jam 17.00 teng rencananya mods JS : Mas Ayie, eh Arie Parikesit n
> Mba Lidia sudah berada disana buat pesen meja dulu sesuai jumlah
> peserta..
>
> Salam,
>
> Wasis
>

ddd
dThumbnaild
ddd
Diadakan 30 Sep 2007 di kediaman Bapak Winarno, Ketua RW 022 Bukit Golf Riverside Residence 2. Acara di buka dengan sambutan Pak Win dan Pak Erik selaku Eks Ketua RW 022 dan ketua Sie Rohis (kayak jaman SMA ya) RW 022 kemudian pembacaan Ayat Suci Al-Quran dan terjemahannya oleh adik2 dr Panti Asuhan dekat perumahan disambung dengan kesan-kesan selama berpuasa, Siraman ROhani oleh Ustadz Junaidi (yg juga pimpinan Panti Asuhan tsb). Lalu acara utama, Buka Puasa Bersama dan ramah tamah yang diselingi Sholat Maghrib dan Tarawih.

Sebagian besar warga perumahan BG Cluster Riverside 2 hadir di acara ini, bahkan para tetangga yang tidak menjalankan puasa pun berkenan hadir untuk dapat meramaikan acara.


Photo AlbumBukber PARU Jablai (29 photos)Oct 26, '06 5:44 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
PARU Jablai (Persatuan Anak Rantau UNDP Jarang Dibelai) organized breakfasting dinner in Banda Aceh, everybody chip in IDR 50K for the food. I command the kitchen (hehe) with the helps of pf some Jablaiers (Pudji, Wahyu, Antun, Yoan, Natali, Ani, Ali,Reny, Afrida, Fifin etc). The menu mainly Sundanese, with more modern touch in Dessert.

Nasi Liwet Ikan Asin (Aromatic Rice with Salted Fish)
Nasi Liwet Ayam Jamur (aromatic Rice with Mushroom and Chicken)
Ayam Jamur Tumis (Stir fry Mushroom and Chicken with soy sauce)
Cumi Item (Squid stir-fry in own Ink)
Acar Ikan (Fish in vinegar and turmeric sauce)
Dendeng Goreng (fried beef jerky)
Tahu and Tempe Goreng (fried soycake and beancurd)
Lalapan Mentah dan mateng (raw and steamed Veg crudites)
Sambel Gender (Hot Chili sauce ala Pudji, our Gender Specialist)
Dates and Fruit Cocktail for the breakfasting snacks
Chocolate Pudding with Vanilla Custard for dessert

Photo AlbumBukber tahun laludi Kantor Aceh (23 photos)Jul 4, '06 6:52 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Foto dr tahun lalu, Buka Puasa bersama di Kantor, sekalian mau ngenalin beberapa makanan Aceh dan Teman2kyu di aceh

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help