Arie's posts with tag: bangil
What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
|  | Jawa-Madura Overland Stage 3: Surabaya – Bondowoso
Dari hotel kita berangkat pagi-pagi, sengaja hanya sarapan juice, buah dan kopi, karena kita ngincer Nasi Punel Bangil yang ngetop itu
KLEPON WAHYU, Pandaan – Pasuruan Di kiri kanan jalan setelah Bundaran Apollo arah Pasuruan
Setelah Bundaran Apollo di kiri kanan jalan banyak sekali yang berjualan jajanan, rata2 menu utamanya klepon tapi menyediakan beberapa macam jajanan pasar lainnya kayak Lupis, Jongkong, Cenil, Putu, Gempo dll. Atas nama penasaran kita coba salah satu kedai yang kayaknya cukup banyak cabangnya, yaitu Klepon Wahyu. Satu dus klepon yang isinya cukup banyak dihargai 5000 saja. Untuk rasa sih masuk kategori Standard ya, adonan kulitnya B banget, isinya juga STD. Yah untuk lucu2an ganjelan perut menjelang Nasi Punel sih nggak apa-apa, sayangnya Cuma Klepon yang siap diangkut, jajanan lainnya belum jadi, padahal penasaran euy ama Gempo, kayaknya belum pernah makan jajanan pasar bernama Gempo ini. Kerusakan: 5ribu se dus, Verdict: LAYAK DICOBA
NASI PUNEL BU HJ. LIN, Bangil –Pasuruan Jl. Raya Bangil depan TELKOM Bangil, dari Surabaya setelah Jembatan di kiri jalan
Walau hamper dua tahun tinggal di Surabaya dan secara berkala sering overland ke Bali dari Surabaya jaman itu, tapi kuliner Bangil satu ini belum pernah saya coba. Akibat banyaknya review bagus mengenai makanan satu ini, jadilah pagi itu kita ngincer Nasi Punel untuk sarapan. Punel sendiri artinya Pulen dan kedai yang paling ngetop kata orang sih Nasi Punelnya Bu Hj. Lin di depan Kantor Telkom Bangil, kalau Bu Hj. Lin habis boleh dicoba Nasi Punel Dahlia, ga jauh dari Kedai Hj. Lin ini.
Begitu melihat deretan makanan di etalase masih cukup lengkap, lega hati ini, sempet khawatir kehabisan karena udah agak siang kita sampai disana (jam 9.30an) dan katanya ini kan makanan buat Sarapan. Ternyata Bu Lin buka dari Sarapan sampai makan siang. Bair nggak kekenyangan kita pesan satu porsi aja buat berdua, dengan special request, jangan pake jerohan ya bu, karena kita lain ada beberapa lauk yang kayaknya spareparts sapi.
Melihat piring saya yang datang, pertama takjub karena munjung banget isinya, kedua senang karena honest banget, ga perlu disini garnish macem-macem, lauknya yang beraneka warna, besar, bentuk dan tekstur menjadikan Nasi Punel aka Nasi Pulennya kanvas dan lauk-pauk itu cat-cat warna warni yang terpadu apik. Kita condro yuk lauknya satu persatu, ada Bali Tahu, Tahu masak kuah merah yang nyaman rasanya, light tapi cukup terasa spicenya, ada irisan kacang panjang mentah dipadu bumbu sambel ulek, mengingatkan saya akan jukut kalasnya Bali, krenyes2 dan bau kacang panjang mentahnya sangat unik dan jadi tekstur yang menonjol diantara lauk-pauk yang ada. Kacang Panjang sambel ini dibikin sedikit sedikit, fresh, setiap batch paling hanya untuk 5 porsi, kalau habis si ibu bikin lagi dengan nyampurin kacang panjang iris dan sambelnya.
Lalu ada bungkusan laksana Botok yang isinya kelapa muda parut dengan bumbu, rasanya mirip dengan bumbu urap/gudangan, kelapa yang dipakai muda banget jadi lembuttttt but but but. Lalu ada mendol (perkedel tempe) dan rempah (perkedel dari kelapa parut dan bumbu), keduanya mantap. Untuk daging2annya, ada Koyor (daging sandung lamur) pedas yang tasty banget, lalu ada dendeng sapi yang pas manisnya, dan ada juga Keripik Paru yang cukup crunchy. Lalu ada empal daging yang tonenya gurih asin dengan sedikit manis, cukup empuk, topping taburannya adalah serundeng kelapa warna orens gonjreng yang karakternya berani, kasar parutannya, kering banget dan spicy. Terkahir berhubung Pasuruan punya pantai ga ketinggalan sate kerang mini, buat saya yang ngefans sate kerang berukuran besar di Pak Elan Gresik , sate kerang ini cumin numpang lewat aja saking mini banget porsinya.
Kalau mau ditarik benang merah, ada kemiripan Nasi Punel ini dengan Nasi Krawu Gresik maupun Nasi Madura Malang, ketiganya memakai lauk-pauk berbahan dasar daging, serundeng di pakai di nasi krawu dan nasi punel. Karakter lauknya pun mirip2 walau setiap nasi punya keunikan tersendiri. Benang merah ini hasil dari warisan kuliner madura yang nyata di ketiga makanan tadi, memang rata2 penjual Nasi Krawu, Nasi Madura dan Nasi Punel adalah warga setempat yang keturunan madura. Kalau mau dibandingin dengan Nasi Serpang Bangkalan dan Nasek Jejen Pamekasan pun hampir semazhab.
Kerusakan: Sangat minimal, dibawah 12K untuk seorang makan puas, VERDICT: SANGAT DIREKOMENDASIKAN
Dari Bangil perjalanan dilanjutkan menuju Bondowoso, berhubung di Pantura Jatim cukup padat dan matahari terikkkk banget, saat sampai di Probolinggo saya memutuskan untuk detour ke arah selatan ambil rute lewat Lumajang dan Jember. Setelah agak inland sedikit berubah semua suasana dan mood, dari yang rada bete karena panas dan macet serta truk2 besar di pantura jatim , jadi adem ayem dengan jalan yang cukup lenggang dan teduh. Butuh waktu sekitar satu jam dari Probolinggo ke Lumajang, dari Lumajang kita berbelok ke kiri. Nah dari sini jalanannya asikkkk banget, lurus banget dan sepi, di kiri ada rel kereta, di kanan ada sungai dan backdrop suasanan pedesaan dan gunung di kejauhan bikin jalan ini makin asik, saya segera masukkan jalan Lumajang – Jember ini menjadi salah satu jalan favorit saya. Kemudian kita melewati daerah Jatiroto Yang merupakan tempat Pabrik Gula dan Etanol , terlihat karena kehadiran pabrik ini, daerah ini cukup tertata rapi, ada Gedung SMP bergaya kolonial dengan setting pingkal (pinggir kali) yang keren dan ada rumah sakit yang cukup besar juga. Setelah itu kita memasuki kota Jember, ga sempet masuk kotanya karena di perempatan Mangli Berbelok ke kiri melewati bypass, 45 menit kemudian kita sudah sampai di Bondowoso, butuh waktu 4,5 Jam dari Surabaya ke Bondowoso, not bad at all , nggak terlalu capek. Berhubung kamar kita di Ijen View Hotel belum siap, kita memutuskan untuk cari makan siang saja dulu. Oleh receptionist Hotel disarankan makan di RM Lestari, masakan Indonesia, ga jauh dari Hotel.
RM LESTARI – Bondowoso Jl. Ahmad Yani 62A, Ph: (0332) 427062
Menu: Gurami Bakar (20K), Tumis Kangkung (7,5K), Pecek Udang (5K), Sayur Asem (3K), Es Jeruk Nipis (3,5K)
Bentuk depan Rest ini sih cukup menjajikan, cukup besar dan penuh oleh mbil parker. Suasana dalam lebih sederhana, dengan pengaturan meja kursi yang sifatnya masal, ga ada ornamen2 desain khusus, ya sesuai namanya yaitu Rumah Makan. Menunya sendiri cukup ekstensif dengan Masakan Indonesia tentunya menjadi hilightnya, khususnya Masakan Jawa. Setelah mempelajari menu dengan seksama, kita mesen Gurame Bakar, Tumis Kangkung dan Udang Cobek, minumnya seperti biasa Es Teh Tawar. Ga perlu nunggu terlalu lama untuk makanan kita, sayangnya rasanya bener-bener dibawah ekspektasi kita. Gurame Bakarnya alus banget bumbunya alias ga terlalu kerasa, Udang Cobeknya walau presentasi dan warnanya yahud tapi rasanya boleh dibilang dibawah rata-rata, sambelnya ga pedes blas. Tumis kangkung ya gitu deh, samar-samar aja bumbunya. Agak kecewa sih dengan rasa makanan disini, kalau lihat di menu sih ada Es Krim Zangrandinya Surabaya, mungkin ini yang perlu dicoba
Makan berdua 46,500 , Verdict: LAYAK DICOBA (mungkin cobain menu lainnya atau Es Krimnya ye)
BAKSO BAKAR AREMA – Bondowoso Jl. Sudirman, deket Alun2
Aneka Bakso Campur @ 1,000, Bakso Bakar @ 4,000, Bakso Telor @ 1,500
Secara malamnya ga ada ide cemerlang buat dinner dan referensi kuliner Bondowoso bener-bener minim banget kita browsing-browsing makanan di sekitar alun-alun kota yang sepi-sepi aja. Akhirnya di Jalan Sudirman ada depot terang benderang dengan banderol BBA – Bakso Bakar Arema, akhirnya pilihan kita jatuh ke tempat ini untuk makan malam. Tempatnya sendiri bersih dan nyaman, makanannya ada Bakso Bakar dan Bakso Malang. Saya order 3 tusuk Bakso Bakar plus semangkok bakso malang yang isinya bisa pilah pilih sendiri, ada bakso alus, kasar, pangsit, tahu dll, Erna yang ga terlalu suka Bakso Bakar hanya mesen semangkok Bakso Malang Campur.
Sudah diduga sebelumnya, Bakso Bakar dan Bakso Malangnya masuk kategori Bakso Malang yang baik dan benar, benar rasanya, benar variasi pilihannya dan benar harganya , cukup mursida bo. Untuk udara malam Bondowoso yang cukup sejuk, pas banget makan makanan berkuah hangat seperti Bakso Malang. Kekurangan makanan ini Cuma satu, bukan makanan khas Bondowoso hehe. Mau tau nggak makanan khas Bondowoso, Tape Manis bo. Makan berdua 28K, Verdict: DIREKOMENDASIKAN
Diseberang BBA ini ada Toko Kue kecil yang menjual kue-kue basah/roti lokal yang lumayan enak. Saya nyobain roti kacang ijo, tape bakar, bakpau isi unti, wingko bakar dan kue pisang, lumayan enak dan lokal banget, dibungkusnya aja pake Cuma pake kertas bungkus nasi tanpa dus tanpa plastik, sangat ramah lingkungan.
DEPOT MOROSENENG - Bondowoso JL. MT Haryono, Bypass arah Besuki/Kota Kulon
Menu: Bakso Tenes (7,5) Kasaran (4K), Kikil (5K), Nasi Rames/Rawon (7K),
Sepulang dari monitoring kegiatan di Kecamatan Wringin jemput Erna di hotel untuk makan siang. Lagi-lagi kita kebingungan mau makan apa karena minimnya referensi, mau nanya orang Hotel takut dapet tempat ala RM Lestari yang tempatnya bagus tapi makanannya oh no. Inget2 pas berangkat ke Wringin tadi ada depot nasi sederhana di Bypass MT Haryono, ya udah lah kita cobain aja.
Menunya minimalis ada Baso, Nasi Rames dan Rawon, Nasi Rames untuk Erna dan Nasi Rawon untuk saya. Sambil nunggu makan berdatanganlah para pegawai pemda untuk makan siang, khas banget Kota Kabupaten dimana pegawai paling banyak adalah pegawai Pemda dari berbagai Dinas dan Instansi, rata-rata pada pesen Bakso. Nasi Rawon saya walah agak keenceran tapi kualitas rasanya cukup baik, STD tapi ga terlalu buruk. Nasi Campurnya Erna sedikit diatas rata2 , Bali Dagingnya cukup nendang bumbunya, mlekoh dan cukup pedes, lauk lainnya sih B aja, ada mie goreng, tumis sayur, kering tempe kentang dan sambel. Makin banyak yang datang lah kok semuanya mesen Bakso ya, hmm mungkin warung ini jagoannya emang Baksonya ya, lain kali deh (kapan lagi ye Bo ke Bondowoso) Makan berdua dibawah 20K, Verdict: DIREKOMENDASIKAN
WISMA RONDE AMSLE – Bondowoso Pojokan Alun2, seberang kiri Kantor Pos Buka: Sore – Malam , sekitar jam 4 sampai 8/9 deh
Kemarin malam , kita udah ngubek2 satu Bondowoso untuk nyari penjual Amsle, emang lagi ga beruntung ga dapet sama sekali. Berbekal kebetan dari salah satu pegawai hotel, direkomendasikan Ronde Amsle deket alun2 ini. Tempatnya sendiri sangat strategis ditengah keramaian Kota Bondowoso yang sepi itu (ramainya kota sepi = sepi bo).
Saya mesen Ronde dan Erna yang lagi ngefans berat Amsle tentunya mesen Amslenya. Ronde saya cuku baik dan benar, kuah jahenya warming dan wangi ditambah bulatan2 tepung ketan isi kacang yang legit, ditingkahi taburan kacang, ada samar2 bau kulit jeruk di Ronde, yang ngejual memang Tante keturunan Ori bop antes ada komponen orientalnya di Ronde ala Jawa (walau Ronde datangnya juga dari mainland sana ya). Amslenya berisi bulatan ketan putih, kacang, kolang kaling dan toppingnya yang khas emping goring. Kuahnya sih cukup nyaman tapi menurut Erna masih lebih mantap kuahnya Amsle di G-Walk Surabaya.
Amsle atau Ronde @ 3,000, Verdict DIREKOMENDASIKAN
DEPOT KEDIRI – Bondowoso Jl. KIS Letnan Sudiono No. 4, Nggak jauh dari Alun-alun Bondowoso Buka: Pagi – Malam
Saking agak susah cari makanan Khas Bondowoso, kita makan malam di Depot Kediri, saya tertarik makan disini karena terpampang menu Lodo Ayam Pedas di jendela depot ini. Setelah melihat aneka masakan yang ada di etalase (ga ada menu di depot ini), selera makan langsung membara, banyak banget bow makanan2 seru yang bisa dipilih. Ada sebaskom Kare Kepiting yang menggoda sekali warnanya, lalu ada ikan2 sungai goreng (wader dll), peyek teri, lodeh kluwih (wah jarang nih bos), sambel goreng tahu, serundeng, empal bungkus klopo dll, kalau siang lebih lengkap menurut si Mbak, ada Pecel Tumpang (pecel giyur sambel tempe semangit) segala. Karena emang ngincer Lodo Ayam, saya pesen nasi pake Lodo ayam, lodeh kluwih dan sambel goreng tahu. Dua menu yang pertama, alamakkk pedes juga tapi sedep dan otentik banget rasanya, Lodo Ayam menggunakan ayam kampung jadi gurih banget dagingnya. Ayam yang udah dibumbui dibakar lalu dimasak lodo yang hamper mirip sama bumbu rujak. Lodho Ayam ini ngetop di Jatim bagian tenggara seperti Kediri, Blitar, Trenggalek dan Tulungangung.
Makan berdua sekitar 20ribuan, Verdict: DIREKOMENDASIKAN
NASI PLECING - Bondowoso Jl. Jaksa Agung Suprapto , Depan Alun2 Bondowoso, samping Penjara, PH: (0332) 428936 Buka: Pagi-Malam
Menu: Nasi Plecing (kuning/putih) 5K, Nasi Kare 6K, Nasi Rawon 7K, Ayam Bakar/Goreng + nasi + Lalapan (10K), Pecek Terong/Tempe/tahu Sambal Kecap 2,5K, Nasi Goreng Plecing 7K
Kita cukup breakfast sekali saja di Hotel , ga asik bo. Nah pagi itu kita pergi kearah alun-alun buat nyari sarapan, di kedai sebelah Penjara keliatan etalase yang penuh dengan makanan, “Nasi Plecing” begitu tulisannya, begitu menggoda . Setelah parkir manis di depan kedai kita lihat isinya etalase wehhh menggoda banget bo ada aneka lauk yang kayaknya buat topping nasi putih atau kuning. Setalah Tanya ke si Mbak kita bisa pesen nasi plecing kuning atau putih, yaitu naskun atau nasput dengan aneka topping tadi. Lho kenapa dibilang plecing mbak? Makanan mana ini (krn setau saya plecing ngetop di Bali/NTB). Ternyata ownernya adalah orang Bali dan nama Nasi Plecing dipakai untuk menggambarkan beberapa lauk yang menggunakan bumbu plecing pedas. Kita bisa pesan Nasi Plecing lengkap atau kalau mau milih lauk sendiri juga boleh. Ada ayam sisit lalah, lalu daging suwir, abon , kering tempe, sate daging manis, bihun goreng, perkedel, dan bali telor (ini semua lauk standardnya nasi plecing), mau nambah lauk lain juga boleh, ada Lodeh Kluwih, Balado terong, Ayam kare dan ayam bakar plecing. Nasi Kuningnya sendiri nendang banget bulir nasinya terbalut sempurna oleh wanginya bumbu-bumbu yang dipakai santannya juga kerasa, kalau liat di rice warmernya ada daun jeruk, daun salam dan pandan. Untuk lauk set Nasi Plecing rata2 enak terutama ayam sisit lalah dan daging suirnya pas banget makan pake NasKun. Eh ada kue-kuenya juga lho, klepon, risoles dan donatnya cukup enak. Walau pemiliknya Bali, menu yang ditawarkan seperti fusion Jatim bagian timur dan Bali, rata-rata memenuhi selera kita.
Makan berdua ga sampe 20K (termasuk kue2), Verdict: DIREKOMENDASIKAN
DEPOT INDRALOKA – Bondowoso Jl. KIS Letnan Sudiono , sebelah Depot Kediri , buka Pagi sampai sore sekitar jam 3
Menu: Nasi Jagung, Nasi Lalapan Ayam Goreng/Bakar/Wader, Nasi Pecel, Nasi Lodeh, Nasi Kare Ayam, Nasi Rawon, Nasi Goreng, Nasi Soto Ayam, Rujak Lontong
Makan siang disini bareng Erna, lokasinya pas disebelah depot kediri yang pernah kita kunjungi diatas. Saya tertarik nyobain depot ini karena ada menu nasi jagungnya, biasanya sih nasi jagung ini cocok buat sarapan, tapi buat lunch sih boleh juga. Yang punya ternyata keturunan ori lho tapi menu-menu yang ditawarkan local banget. Saya pilih nasi jagung dengan urap-urap, kare tahu, mangut tenggiri asep dan sambal terong. Bau smokey dari mangut tenggirinya aja udah bikin perut bergejolak , khas dan wangi banget. Nasi jagung sendiri adalah campuran jagung tumbuk dengan beras yang kemudian dimasak seperti masak nasi, rasanya khas banget nutty dengan tekstur yang menarik antara nasi yang pulen dengan jagung yang sedikit kasar tapi ga menggangu. Menu yang saya pilih ternyata cukup cocok, mangut yang smokey, urap2 yang seger dan agak pedes lalu kare tahu yang gurih berpadu dengan nasi jagung plus pecek terong sambel uleknya yang puedesnya lumayan. Default Nasi Jagung sebenernya sederhana banget, Nasi Jagung + Urap + ikan Asin goreng. Erna pilih lauk lebih minimalis, oseng2 tahu dan ikan wader goreng plus sambal, tapi walau minimalis ternyata sedep juga, pokoknya makanan kita ndeso polll tapi uenaknya juga polll Makan berdua sekitar 15ribuan, Verdict: DIREKOMENDASIKAN
LESEHAN DEWI RINJANI – Bondowoso Jl. Situbondo No. 307, Ph: (0332) 431470
Menu: Gurami Goreng (22,5K), Lele Bakar (7K), Belut Goreng (8K), Dara Goreng (10K), Tempe Goreng (3,5K), Es Kelapa Muda (3K)
Malam2 nyari makan ditemenin para Trainer PMI Kabupaten Bondowoso, disarankan makan ala lesehan di jalan menuju Situbondo. Akhirnya kita pilih Lesehan Dewi Rinjani yang pas di batas kota Bondowoso, suasananya sendiri sepi banget daerahnya abis batas kota langsung utan bo. Menunya sih agak std yah, kita mesen Belut Goreng, Pecek Lele Bakar, Gurami Goreng, Burung Dara Goreng , Tempe dan minumnya Es Kelapa Utuh. Untuk rasa sih agak menuju standard, yang lumayan enak Burung Dara gorengnya yang krispi dan gurih dan Pecek Lelenya yang sarat bumbu. Seperti kebanyakan lalapan di Jatim, lalapan di Lesehan ini hadir dengan direbus, isinya biasanya terung, kol dan daun paya/singkong rebus plus timun dan kemangi segar, ya lumayanlah apalagi harga cukup murah. Makan ber7, 100 ribuan, Verdict: LAYAK DICOBA
RONDE AMSLE KOTAKULON – Bondowoso Dekat pasar Kutakulon (pertigaan lampu merah kiri jalan kalau dari Kota, arah besuki)
Habis dari Lesehan Dewi Rinjani mampir disini yang lokasinya di deket perbatasan kota tapi yang arah besuki. Jangan sedih, deket kok dari perbatasan kota arah Situbondo, Bondowoso kan kecil banget 5 menit dr alun-alun kearah manapun udah perbatasan kota kok Ronde dan Amsle disini sih mirip2 lah dengan yang kita cobain sebelumnya deket alun-alun, menurut erna sih Amslenya malah enak disini, lebih jelas rasanya Ronde/Amsle 3K per mangkok, Verdict: RECOMMENDED
HOTEL IJEN VIEW – Bondowoso Jl. KIS Mangunsarkoro 888, Ph: (0332) 431000, F: (0332) 431785, Email: hotelijenview@telkom.net, web: www.hotelijenview.com
Fasilitas Hotel: Swimming Pool with Ijen View , Restaurant, Helipad, Ballroon and Meeting Room, Karaoke, Internet, Jogging Track, Parking Area for 600 Car, Laundry, 24 hour room service
Jenis Kamar: 48 kamar, terdiri dari 32 Superior (250K), 14 Deluxe (350K), 2 Suite (600K), Dormitory/Driver’s Room (85K), Extra Bed (85K), harga sudah termasuk tax and service 21%
Fasilitas Kamar: Bathtub and Shower (H/C), AC, TV, Fridge, Telephone, Tea and Coffee Maker
Namanya memang mencerminkan lokasinya, Ijen View memang bener Kawah Ijen terletak di kejauhan (jauh banget sekitar 70KM), kawahnya sih nggak keliatan Cuma ujung2 gunungnya, ini juga hanya bisa dilihat dari swimming poolnya. Hotel ini terletak di tengah kota dan hotel terbaik yang dipunyai Bondowoso saat ini. Kamarnya sih lumayan , pastinay bersih dan cukup terawat. Untuk kamar deluxe punya teras sendiri dan kamar suite punya meja makan dan four poster bed plus TV lebih besar. Paling enak dapet kamar di depannya pool ( ada 2 suite dan sekitar 6 deluxe yang lokasinya disitu. Poolnya sendiri lumayan enak, cukup besar buat berenang nge-lap, dan ga terlalu dingin kayaknya di heat dengan memasukkan air hangat. Pisang goreng dari Poolside cafenya juga lumayan (buat 7 ribu perak). Yang agak ga asik adalah Breakfastnya, sangat STD (Nasgor dan Roti Tawar bakar plus sirup jeruk)
Verdict: RECOMMENDED
OLEH-OLEH Bondowoso
Aneka Tape Manis - yang dijajakan sepanjang jalan deket Pasar Bondowoso, lupa euy yang ngetop nomoro berapa, tapi katanya sih yang Tape Agape enak juga.
Prol Tape dan Bronis Tape -– terletak di jalan MT HAryono, sebelum depot moroseneng diatas kiri jalan. Prol Tapenya boleh dipujikan smooth dan manis legit ga kalah sama Prol Tape Jogja, Browniesnya juga lumayan, tapi saya lebih seneng Prolnya, sekitar 20 ribuan per loyang. Verdict: RECOMMENDED
|
| |