My Passion (ariep.multiply.com)

Arie's posts with tag: bandung

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
Photo AlbumBANDOENG lagi: ka Dua (41 photos)Jul 23, '08 8:29 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

RM BOEMI JOGLO [Revisited]

Jl. Rancakendal Luhur 17, 022 91121679

Menu: Nasi Liwet Ayam Jamur, Nasi Liwet Asin (25K utk yang berdua), Ayam Goreng/Bakar 8K, Tempe Mendoan 6K

Pertama kali ketempat ini sama Adi, Mia dan Harnaz, dimana Harnaz merindukan seseorang untuk hadir namun apa daya dia tak datang, Harnaz kuciwa deh (if you know what I mean). Karena lumayan cocok sama masakannya dan tempatnya yang asik, malam itu Saya dan Erna ngajak Dian n Tami buat nongkrong kesitu. Kenapa nongkrong karena rupanya Dian n Tami udah makan di htel jadi mereka pengen ngemil2 aja plus ngopi, kalau kita berdua sih emang belum makan jadi memang pingin Nasi Liwetnay yang yahoo banget itcu.

Karena Joglo yang paling atas yang ada pemandangannya penuh kita digiring ke Joglo bagian bawah yang settingnya kayak living room, kudu mindik2 dengan pelan melalu tangga batunya karena ujhan ga ada ojhek, buechek dhech kan slippery. Karena memang disini Nasi Liwet andalannya kita mesen Nasi Liwet Ikan Asin untuk dua orang, selain Ikan Asin ada juga Nasi Liwet Ayam Jamur. Nasi Liwet disini disajikan dalam kastrol metal atau mangkok sapo (buat yang kecil) yang bisa dipilih sizenya, ada dari dua orang sampai sepuluh orang (kelipatan genap). Untk sidedish pesen ayam bakar, ayam goreng dan tempe mendoan buat cemilan si Tami n Dian.

Nasi Liwet kiya hadir di mangkok sapo, dengan penampilan yang cuantik banget, diatas nasi ada taburan ikan asin, irisan cabe merah, bawang goreng dan daun kemangi. Rasanay tetep konsisten, si Nasi dimasak dengan aneka bumbu seperti bawang merah, sereh, daun salam dan laos geprek, wuangiii banget , beras yang dipakai juga kualitas pulen. Nasinya aja udah enak, apalagi ditambah toppingnya yang aromatic itu kebayang kan wanginya bawang goreng, tastynya ika asin dan wangi segar herba surawung aka kemangi, bikin nafsu makan banget, dinginya dago pakar menambah semangat makan kita. Ayam goreng dan bakarnya juga decent banget, bumbu marinadenya meresap dengan baik jadi hasil akhirnya gurih dengan sedikit samara-samar tone manis. Mendoan palsunya (secara lebih kayak tempe goreng tepung) cukup enak walau harusnya ga diberi nama mendoan, kudu liat Mendoan di Sawangan-Purwokerto baru tau apa itu mendoan huehe.

Kerusakan: 2 orang makan dan 2 orang minum plus ngemil mendoan 80,500, Verdict: DIREKOMENDASIKAN




RONDE JAHE GARDUJATI – [revisited]

Jl. Gardu Jati, emperan toko di kiri jalan (cari Gerobag Ronde yang ada lambing Mr. Jahe)

Selain Ronde Alkateri andalan , Ronde Jahe Duti aka Gardu Jati juga menjadi jujugan kita di Bandung kalau lagi pengen ronde. Lokasinya sih sederhana banget, sebuah Gerobag di emperan Toko yang sudah tutup plus beberapa bangku plastik, api yang dateng bo lumayan rame, makin larut makin rame, karena lokasinya di tengah-tengah daerah malamnya Bandung, ya kayak di Mangga Besar lah diapit pub, diskotik dan beberapa tempat hiburan, tapi nggak perlu takut nggak perlu jengah dateng kesini apalagi kalau sebelum jam 12 malam, masih sangat bersahabat untuk semua kalangan.

Jagoannya tentu saja Wedang Ronde atau kalau di Bandung disebut Ronde Jahe, ada sedikit perbedaan dengan ronde-ronde di Jawa Tengah dan Jogja, kalau di Bandung buletannya ada dua macam, yang ukuran normal (seperti di Jateng) dan yang mini, nah yang terakhir ini tanpa isi kacang tumbuknya. Selain sizenya ada dua Ronde di Bandung juga dibuat warna-warni , aya beureum, aya bodas, nu aya hejo cute pisan siah, jadi kelihatan festive dan luncang gitu bo. Perbedaan lainnya adalah jenis gula yang dipakai, di Bandung kita bisa piloh antara kuah gula merah atau gula putih, sesuai selera.

Buat saya Ronde ya ada isinya, jadi kalau mesen Ronde di Bandung teteup ronde normal ga pernah kecil or campur. porsi Ronde Jahe ukuran normal isinya adalah 7 bundaran ronde, ronde campurnya Erna berisi 3 ronde besar dan sekian banyak ronde kecil (males kale bo ngitungnya). Untuk isinya walaupun sama-sama kacang tumbuk tapi ada seikit perbedaan, kalau di Jateng kacang tumbuknya cukup halus sehingga pas digigit rondenya sensasi yang ada adalah melt in your mouth, sedangkan yang bandung punya kacangnya lebih solid (jadi inget isinya moaci Gemini-smg), sehingga sensasinya lebih ke crunchy, masing2 punya keunikan dan kelebihan sendiri2. Untuk kuah setelah pernah mencoba kuah gula putih dan gula merah, akhirnya saya sudah menemukan kuah yang pas buat saya, yaitu gula campur. Kuah gula campur ini punya dua kelebihan gula diatas, dengan gula putih si ekstrak Jahenya tetep kerasa kencengnya dan sedikit kuah gula merah menambah efek legit yang nendang banget. Saat dicoba terpisah terasa bahwa kuah gula putih terlalu lemah efek legitnya sehingga kuahnya boleh dibilang terlalu dominant jahenya, sedangkan kalau gula merah aja kekencengan manis legitnya jadi ngalahin si jahe, yang pas emang dicampur buat saya.

Selain Ron-Ja disini juga ada Kembang Tahu Jahe yang di Jakarta dikenal sebagai Kembang Tahu ajha or in Surabaya my mom used to call it Chahuuu Chakwa, dan you know nggak kalau jhi Manila itcu namanya Taho (Cin Lauw mode on). Sayangnya si Kem-Tah-Ja disini kualitasnya jauh dari OK, kembang tahunya nggak smooth blas malah kayak bongkahan2 dalam skotel tahu, teksturnya kuasar banget, kembang tahu yang lewat didepan rumah saya di CIbubur jauh lebih baik kualitasnya (padahal itu STD aja sih tapi mayan enak).

Kerusakan: Ronde/Kembang Tahu Jahe sekitar 5K, Verdict: DIREKOMENDASIKAN




BOLA OBI dan KUO TIE

Disebelah-sebelah Ronde Jahe Gardujati

Pas di Ron-Ja Du-Ti pandangan menyapu pedagang-pedagang sekeliling, agar tersibak tirai-tirai kuliner yang mereka tawarkan. Setelah mengamati secara seksama, ada dua item yang bisa dipesan sebagai kudapan ringan aka snack mendampingi Ron-Ja. Pas disebelah Ron-Ja ada penjual Bola Obi (yes Obi wan Kenobi not Ubi), yang memang terbikin dari Obi ditambah tepung lalu digoreng menghasilkan bulatan2 sebesar bola bekel ukuran gedang dengan kulit orens keemasan cantik. Rasanya hmm ubi banget, pas digigit sih agak kenyal dengan ada udara di dalam bola itu, bayangin makan tahu pong tapi dari Obi. Ubi yang dipakai adalah ubi oranye yang lebih legit, saking nikmat dan ringannya, begitu cepat kantong kertas kita kosong, terpaksa membeli 10 biji lagi .

Lalu di sisi kanan Ron-Ja let 3 pedagang (let ini bahasa mana ya, terjemahannya adalah longkap) ada yang menjual Kuo Tie, ada yang kucai lagi. Akhirnya pesen satu porsi Kuo Tie ini, Kuo Tie sendiri adalah snack bernuansa oriental yang biasanya diisi dengan cincangan babi. Kulitnya menyerupai Somay ala Oriental namun tapi cara masaknya nggak dikukus melainkan di pan-fry dengan wajan. Kalau di Jakarta Kuo-Tie ini banyak di jumpai di tempat2 pusat makanan Pontianak seperti di Pang-Jay, atau dulu juga terkenal di deket Hotel Jayakarta (pindah kemana ya , skr udah jadi Lindeteves). Di Kuo Tie Du-Ti ini memang ada Kuo-Tie Babinya varian lainnya adalah Kuo-Tie Kucai, FYI menggorengnya di tempat yang sama. Kuo Tie Kucainya sendiri dimakan dengan sambel cuka dan acar timun, Kuo Tie yang berminyak setelah digigit ternyata bernuansa segar, secara isinya irisan kucai, apalagi kalau udah dicelupin sambel dan dimakan dengan acarnya, makin enak. Rasa berlemak dari minyak pan-fry langsung dicut oleh acidity sambel cuka dan acar, enak deh pokoknya buat snack malem2.

Kerusakan: Bola Obi 500, Kuo Tie sekitar 10K per porsi Verdict: DIREKOMENDASIKAN




SIERRA CAFÉ

Jl. Bukit Pakar Timur No. 33. 022 2512240
Buka: Minggu-Kamis 11:00 – 23:00, Jumat dan Sabtu 11:00-23:30

Menu: Sierra of Beef Steak, Sierra Special Soup, Beef Teriyaki Bento, Nasi Campur
Bali, Salmon with Steak dll

Bawa rombongan sekitar 30 orang untuk makan malam setengah resmi (event kantor). Karena kebanyakan isi rombongan para trainer asal 7 propinsi yang kebanyakan belum pernah ke Bandung, saya putuskan untuk mengajak mereka ke daerah Dago Pakar untuk makan malam yang romantis siapa tau ada cinlok diantara mereka.

Setelah menimbang akhirnya kita pilih ke Sierra Café, selain pemandangannya asik, ada musik kalau malam sabtu dan minggu, makanannya kalau nggak salah juga ga terlalu mengecewakan. Menu yang ditawarkan memang cukup ekstensif dengan Hilight 3 mazhab, ada Japanese Western dan Indonesia. Sebagian besar memilih Western dan Japanese untuk makanannya. Khusus makanan yang saya makan, pembukanya adalah Sierra Special Salad yang bentuknya sih lucu aneka sayur dan buah (ada buah koktil kalengan juga ternyata) ditaruh di keranjang kulit pangsit, dressing rasa jeruk yang dipilih ternyata nggak cocok banget sama selera saya, rasanya kayak mayo ditetesin sirup sunquick, ga asik lah saladnya. Pembuka kedua yang dishare rame2 adalah Mixed sushi, sayang yang ini juga rada mengecewakan, gohannya kurang cakep bikinnya berasnya buyar dan kurang cuka jadi agak hambar, toppingnya ada 4 macam , yaitu Tuna (kualitas STD aja), Tamago roll (telor dadar), Ebi (urang rebus) dan yang paling menganggu adalah mock crab stick , crab stick sintetis yang orange itu lho, intinya sushi yang sangat std sekali.

Beralih ke Main Course, saya pesan Salmon dan Steak, disajikan apik juga paling bawah ada kentang yang dimasak au gratin, ditumpukin setak lalu grill salmon, dikelilingi oleh sayuran2 cantik seperti cherry tomato, wortel mini yang panjang, buncis dan mushroom dengan garnish nori strips dan strip yang terbuat dari adonan roti. Nah untungnya Main Coursenya cukup lumayan rasanya, saucenya adalah brown sauce dengan campuran jamur champignon, potato au gratinnya cukup enak dengan perpaduan rasa creamy dan cheesy, salmon dan steaknya juga tidak buruk, cukup mengobati kekecewaan terhadap menu pembuka. Saya Tanya kiri kanan, ternyata rata2 yang memesan menu barat atau Jepang cukup puas, sementara yang memesan Menu Indonesia kebanyakan jawab lumayan, hmm pertanda kurang rasa, apalagi keliatan porsinya kecil-kecil banget, pasti ga nendang deh bo.

Untuk penutup kita pesan aneka macam es krim (cukup banyak pilihannya) yang dimakan dengan cara Kuliner Roulette, setiap orang pegang sendok kecil dan sekitar 8 porsi es krim diider searah jarum jam, setelah selesai ngambil sesendok dioper ke kiri. Percaya atau tidak startnya dari saya dan semuanya habis pas di saya juga (setelah 3 kali ngider). Es Krimnya cukup enak walau belum sekelas Gelato, nggak tau deh mereka pakai brand apa, rasanay sih lumayan seru ada Green Tea, Ogura, Rum Raisin dll.

Kerusakan: Sekitar 50-70K per kepala, VERDICT: LAYAK DICOBA


Photo AlbumBANDOENG lagi: ka Hiji (23 photos)Jul 21, '08 11:45 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Belum Lelah daku ke Bandung, secara cuma 1 jam 45 menit Bo dari Rumah. Kali ini ada Training di Sheraton, seperti biasa malemnya ngabur buat makan di luar, di Bandung kok makan di Hotel, HUH Papalukan


SATE AYAM “ASLI”

Jl. Maulana Yusuf 21, 022 4234096, kalau ga salah buka hanya malam

Menu: Sate Daging Sapi/Kambing/Ayam/Ati Ampela/Kulit Ayam per 10 tusuk 17,5K, Sop Buntut 17,5K, Soto Ayam, Gule Kambing, Gado2, Teh Poci Tong Tji 8K

Pingin sate-satean, inget kalau sering lewat di Maulana Yusuf, jalan tembusan ke dago kalau dari arah riau. Lokasinya sih di teras rumah aja dibikinin awning gitu, lumayan nyaman lah, kapasitas sekitar 20-30 orang. Berhubung kita ber 6 agak lapangan bola, mesennya rada kalap, Sate Ayam, Kambing, Ati n Kulit dan Sapi plus Sop Buntut. Sebagian mesen nasi, kalau gue sih selalu lontonggggg buat nemenin Sate (khususnya ayam atau sate berkacang lainnya), minumnya Teh Poci. Semua Satenya hadir tanpa ditaruh diatas bumbu, ada dua macam bumbunya yang disajikan. Pertama tentunya bumbu kacang dan kedua bumbu kecap dengan irisan tomat dan acar, nah yang belakangan khusus untuk sate kambing. Sate Kambingnya langsung kita taruh diatasa bumbu kecap dan dibulak-balik supaya tersalut sempurna, walau potongan dagingnya ga gede-gede banget tapi cukup enak lah, empuk dan pas mbakarnya.

Untuk yang bumbu kacang asiknya kita bisa ngeracik kondimen untuk bumbu satenya. Di tiap meja disediakan mangkok2 kecil berisi rajangan bawang merah , rawit rebus dan jeruk limo. Bebas lah kita bikin prakarya dengan bahan-bahan tersebut, sepagai penggemar bawang merah, ga tanggung-tanggung cukup banyak butiran bawang yang saya ambil, cabenya dikit aja digerus dengan sendok, kucurin jerok limo ditambah dikecrut kecap cap borobudur, baru diaduk deh, cuakeppp. Satenya juga bagus kualitasnya, pake ayam kampung yang tasty baik daging ayam, kulit dan ati cakep semua, sapinya juga succulent dan juicy. Sop buntutnya boleh lah dengan potongan wortek dan kentang, kualitas sih masih dibawah sate khas senayan, samino or borobudur, tapi lumayan lah untuk harga segitu sih. Overall kualitas Sate dan Bumbunya baik sekali, layak dimasukkan 10 besar Sate Terenak versi saya (list lengkap menyusul).


Kerusakan: makan lumayan kalap ber 6 - 218,900. Verdict: DIREKOMENDASIKAN




NEWSPAPER

Mall Paris Van Java

Habis dari Maulana Yusuf, nongkrong di PVJ buat mimik-mimik, rata2 ngejus kecuali Tami yang pese Mexican something coffee yang dispiked dengan rum. Untuk dessert karena udah Kenyang banget kita hanya memesan satu porsi Khao Niaw Mamuang, yup that’s the real name for Mango Sticky Rice. Surprisingly rasa Khao Niaw Mamuangnya baik dan benar, Ketan yang dimasak santan nan gurih dan manis dengan taburan biji wijen sangrai serta memakai mangga harum manis terbaik. Sangat dipujikan rasa Khao Niaw Mamuang disini, secara saya suda mencoba makanan ini di hampir 6 tempat di Bangkok, rasanya nggak kalah deh. Setelah melihat-lihat lagi menunya, sepertinya Thai Food memang menjadi andalan kafe ini. Kalau malam ada live musicnya juga lho, tempatnya juga nyaman, bisa di dalam atau di selasarnya, sama-sama asik.


Kerusakan: Khao Niaw Mamuang 21K, espresso 15K, Lemon/Lime Juice 10K, minum untuk ber 6 dan satu porsi dessert 155K, Verdict: DIREKOMENDASIKAN (khao niaw mamuangnya superb)




BUBUR AYAM MANG OTONG

Jl. Sudirman, deket Pasar Andir, seberang Martabak Andir sonoan dikit, buka malam saja

Sambil mesen Martabak Andir Keju Susu favorit, kiya nyebrang ke Bubur Ayam Mang Otong buat nyobain, keliatannya ramai-ramai bergembira dan banyak pengunjungnya ori-ori, sebuah tanda2 yang baik mengenaik kualitas makanan. Tempatnya sendiri sih amat sangat sederhana, makanan di simpan dan diracik disebuah gerobag, dan pengunjung makan di kursi dan meja plastik di emperan sebuah toko, merakyat banget. Tapi yang makan bos bermubil semua dan beduit (kalau ga beduit bayarnye pake apa iye nggak). Menu yang ditawarkan memang Cuma satu, Bubur Ayam tapi para pelanggan sepertinya sudah punya standard sendiri, sehingga saat memesan bisa customized banget. Yang terdengar biasanya seperti ini, Bubur Ayam dada tanpa cakwe, atau Bubur Ayam paha pake Telor dll.

Saya sih pesen yang standard aja, Bubur Ayam pake semua yang ada , Super sepesial isinya Bubur dengan konsistensi kentel-kentel encer ala Congee gitu dikasih topping irisan cakwe, ayam dada, ayam paha, ati rempela, seledri dan kecap asin yang tasty. Bener-bener jenis bubur kesukaan gue yang ga pake kuah2an kari atau kaldu tapi juga bukan yang uencer banget ala Grace Cibubur yang cumin bertahan sebentar teksturnya dan segera mencair ga enak gitu. Yang di Mang Otong ini passs banget, disendoknya masih enak (ga selengket mang oyo juga), setiap sendokan menyertakan semua komponen topping hmmm gurih buanget. Mau memberikan background pedes ke si Bubur, ada sambel cairnya yang aromatic dengan tone cuka, saya sendiri sih sukanya polosan tanpa sambal kalau makan bubur, lebih baik dikasih tambahan merica supaya makin anget, JUARA banget nih Bubur. Kalau kepedesan, di sebelah Mang Otong ada tukang Es, Es Jeruk, Kelapa, Kelapa Jeruk, Alpuket dannn Es Belingbing, es kedoyanan kuda lumping.


Kerusakan: Sekitar 10K per porsi (kalau ga salah) Verdict: SANGAT DIREKOMENDASIKAN (ini versi Bur Yam ala Oriental favorit saya, buat saya Mang Oyo kalah telak deh




HONEYMOON DESSERT

Cihampelas Walk

Agak terprovokasi oleh beberapa teman mengenai tempat ini, akhirnya Saya, Erna dan beberapa teman melipir ke CiWalk buat nyobain. Lokasinya di salah satu walk yang ada di CiWalk (deskripsi yang aneh), ya pokoknya di pinggiran gang batu-batu itu deh di sayap kiri. Tempatnya walau ga terlalu luas sih cukup nyaman, ada 2 meja yang terisi tamu. Menunya sendiri cukup ektensif segala dessert ala Chinese kayaknya ada dengan bahan dasar kacang, kacang ijo, talas, jail-jali, duren, macem-macem deh. Setelah menentukan pilihan dan memberikan ke Pelayan nggak lama doi balik lagi dan memberi tahu ada yang habis (sekitar separuh dari pesanan kita), wah tanda2 ga asik nih, abis apa ga ada lagi nih, wong sepi gini kok abis, terpaksa ganti dengan pesanan lainnya.

Setelah itu pesanan datang silih berganti, Bubur2annya biasa banget ternyata rasanya, bahkan yang pake almond pudding kerasa banget essencenya, kuencengggg. Yang agak lumayan Taro Cakenya yang hangat baru dipanggang, isinya Taro Yang udah di pure , smooth dan warming. Pancake Durennya juga B banget, intinya Duren Montong diisikan ke kulit pancake tipis terus digulung seperti lumpia. Kecewa Berat lah dengan tempat ini, rasanya sangat sangat dibawah standar, jadi teringat aneka bubur ala Oriental di daerah Pancoran Kota yang uhuy banget.


Kerusakan: Ilang Bonnya, kurang lebih 20 ribuan per porsi, Verdict: CUKUP SEKALI SAJA (GA ASIK BLAS


Photo AlbumSehari di Bandung, Aug 2007 (34 photos)Feb 25, '08 3:18 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Bandung Aug 07

GOR Pajajaran, Jl. Pajajaran


Berangkat dari Jakarta pagi2 banget supaya bisa breakfast di GOR Pajajaran. Disini gue nyoba Kupat Tahu ala Singaparna yang lumayan Kojo, sebenernya cukup mirip sama Ketoprak, bedanya Kupat Tahu nggak pake bihun dan walau bernama Kupat tapi yang dipakai malah lontong. Setelah itu nyoba Bubur Kacang Tanah ala Hokkien yang dimakan pake cakwe, lumayan enak juga. Dan akhirnya ditutup dengan Kembang Tahu kuah Air Jahe, yang biasanya dimakan sore2 atau malem2, lumayan sih tapi kuah jahenya kurang powerful jadi cuman kayak air panas berperisa jahe.

Makanan Lain: Nasi Tim, Pepes Bu Liana, Bubur Ayam/Ikan dll, Ambokueh dan Nasi Hainam, Nasgor, dll



Lembang


Karena sodara gue pengen liat kebun strawberry jadilah kita melipir ke Lembang, secara Ciwidey yang sebenernya lebih asik kebun strawberrynya lumayan jauh. Kita mampir di salah satu kebon strawberry yang terletak sekitar 100M setelah Hotel Puteri Gunung di kiri jalan. Sayang strawberrynya banyak yang masih muda, jadi Cuma metik sekitar ¼ KG (tentunya termasuk yang dimakan langsung). Di kebun ini juga ada buah pepino yang nunggu dipanen. Pulangnya mampir di salah satu kios buah/sayur untuk ngeborong Alpukat, dan sayur2an, termasuk sebuah Kabocha (Labu yang meni Orens itu lohhh)


Makanan di Belakang Gedung Sate, Jl. Cimandiri


Karena pengen Nasi Bakar, kita makan siang cukup ngemper aja di sepanjang Jl. Cimandiri di Belakang Gedung Sate. Ada Nasi Bakar kesukaan geu dan Erna, Nasi yang dibumbui, dibungkus daun pisang trus dibakar, sidedishnya ayam bakar yang legit, ditaburi srundeng dan bakwan jagung atau tahu/tempe goreng, + lalap dan sambel yang pedesnya top. Trus sidedishnya Sate Bumbu Kacang yang bisa pilih Ayam, Daging sapi atau Jerohan Sapi. Sate ini berbumbu khas perpaduan antara bumbu pecel dan bumbu sate ala madura trus ditaruh di pincuk + lontong, ndeso dan otentik banget. Untuk penutup ada Sop Buah Pak Ewok , kita pesen 2 porsi untuk ber 5, satuyang biasa aja tanpa Duren, ini juga buahnya udah sekitar 8-10 macam, lebih enak tanpa susu, jadi kerasa kesegaran buahnya. Satu lagi yang pake Duren, yang ini jadi kerasa banget Duren mendominasi seluruh buah yang ada hehehe, Rajanya Buah sih.


Yamien, di Sams Strawberry, FO Uptown Jl. Dago


Salah satu tempat yang sering banget kita datangi di Bandung, disini buat makan sore hamper malam, karena cuaca bandung yang dingin, pas banget makan Mie Kuah, gue pilih Mie Kuah ala Sam’s yang kumplit abis, dari ayam, kripik ceker, baso, babat sampe pangsit rebus ada. Minumnya Strawberry Juice yang pure dan seger, tanpa susu.


Oleh-Oleh


Walau Cuma sehari tapi bo oleh2 yang berhasil diakusisi mencengangkan, sebenernya nggak pas dibilang oleh2 wong kita beli buat dinikmati sendiri kok di rumah hehehe. Dimulai dari Kartika Sari, ada Pisang Molen, Bagelen Biasa, Bagelen Keju dan Picnic Roll Beef serta beberapa kantung keripik, lalu Yoghurt Odise sagala rasa dan ukuran, lalu ada Batagor ½ matang dari Kingsley. Setelah itu masih ada Belanjaan gue di Supermarket Setiabudhi, Roti Whole Wheat buat Sarapan, Bandrek cap Braga dan Kulit Tortilla. Plus Strawberry, Alpukat, Kabocha dan beberapa sayur dari Lembang. Pas di spread di Meja, gila banyak banget hahaahaha.

Blog EntryBandung, Quick UpdateNov 13, '07 7:23 PM
for everyone

Dari hari Minggu Malam di Bandung, nih quick update Bandung Food Scene

Minggu Malam (cari makan sama Erna, Tami dan Dian)

- Revisit Boemi Joglo, Nasi Liwet Ikan Asinnya tetep enak, Ayam Bakarnya baru nyoba skr legit banget bumbunya, Tempe Mendoannya proper

- Nyari Ronde Jahe Alkateri yang di Cibadak tapi nggak ketemu, malahan ga keliatan tanda2 rombongan street food di cibadak, padahal gue udah susurin jalan itu dr ujung ke ujung, Apa CIbadak kalau minggu malam libur ya, halooo Bandung resident, pls Confirm

- Akhirnya ke Ronde Jahe Gardujati yang depan Hotel Trio, ternyata bo, lebih enak dari Ronde Alkateri menurut gue, at least kuah jahenya, kalau rondenya gue agak lupa yang Alkateri kayak gimana, kalau Duti punya isinya OK, kulitnya menjurus ke Standard (ga selembut yang di Solo atau Semarang) tapi masih OK juga, kita nyobain Pempek sebelahnya dan Es Jeruk freshly squezzed, selain Ronde ada juga Kembang Tahunya, cuman kurang soft menjurus ke keras, pesen rondenya aja lain kali kalau ke sini

Senin Malam (masih dengan Gang yang Sama)

- Sorenya sekitar jam 5 gue dan Erna colongan pergi duluan krn dia belum Lunch akhirnya mampir di Sam's Strawberry depan Uptown Dago, gue mesen Mie Baso Pangsit kuah, Erna mesen Yamien Manis, minumnya Juice Strawberry, tempat ini memang salah satu comfort food kiat di Bandung utk per yamien an (setelah Akung tentunya), decent food at its best.

- Jemput Tami dan Dian di Hotel, ke Ci-Walk nyobain Honeymoon Dessert, sebenernya harapan geu cukup tinggi di tempat yg jual aneka dessert Asia ini, menunya beragam banget, pas nanya Black Sesame Dessertnya, ga adaaa, Walnut ga adaaa,  Ginkgo ga adaa, yeeeee niat ga sih jualan, akhirnya pesen Mashed Taro yang penampilannya kayak creme brulee, cukup lumayan, Ronde (cukup bagus ulit rondenya tapi kuah jahenya malu2) , lalau gue pesen kacang azuki (kc merah yg kecil) agak tawar rasanya, trus terakhir Almond something yang kerasa banget Almondnya dlm bentuk ESSENCE, pls dehhhh masak esensnya segitunya.. Di meja sebelah kayaknya ada Tante Ori ownernya menjamu temen2nya rata2 sih makan Durian Pancake, scr 2 dr 4 org di Meja gue ga makan duren, ya ga pesen lah kita, Overall > GA AKAN BALIK LAGI temannn

- Karena Nggantung gue mengarahkan mobil ke Pasar Andir, nyobain Bubur Ayam Otong (kali pertama) eh bo enak, ayamnya veri Pek Cham Kee, bisa pake ati, sambelnya juga unik, keliatan bgt pengaruh orinya, sempet menjenguk yayangnya reret yg juga selinya NatNat untuk memboyong se-dus Martabak Jagung Keju

Selasa Malam (rombongan yang sama Plus Jeff dan Pak Yadi)

- Udah laper banget, kita nyobain Sate Maulana Yusuf di Jalan Maulana Yusuf (duh), Mesen 20 Sate Ayam, 20 Sate Sapi, 10 Ati, 10 Kulit dan 10 Kambing + Lontong/Nasi dan Sop buntut, mimiknya Teh Poci Tongji + Gula Batu. Bumbu kacangnya model jadul dgn bumbu yg diracik sendiri di meja masing-masing ada bawang merah iris, cabe rebus, dan kecap Cap Borobudur. Salah satu sate terbaik yang pernah gue makan (lengkapnya nyusul ye)

- Pintong ke PVJ, Newspaper, di cafe yg dr dulu pengen gue coba kita cuman minum aja, tapi pas liat menunya terutama dessert (banyak Thai Dessertnya) geu mesen Khao Niaw Mamuang < Thai Sticky Rice with sweet Mango, hmmm enak mirip yg di Bangkok, kayaknya boleh kapan2 kesini cobain makanan gede, dan ehm disebelah meja kita ada ehm (sudah di reveal semalam di room AD)

 

bersambung, masih di Bdg sampe Jumat sore/malam

 

 

 

 

 

 


Photo AlbumKuliner Bandung... Lagi (63 photos)Oct 23, '07 9:55 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Kumpulan Foto makanan2 Bandung yang dikunjungi sepanjang tahun, Tulisan lengkapnya Nyusul ya

Daftar Tempat:
1. RM Ayam goreng Brebes - Lembang
2. Bandung Suki with Tita n Family, Adi-Mia, Sienny dan Linda
3. Habis dr Bandung Suki sih ke Gelato Bar di PVJ tapi nggak kefoto
4. Ngopi di Selasar Suanryo - Dago Pakar
5. Ikan Bakar Cianjur di Setiabudi - Nasi Liwet Teri dan Pesmol Ikan
6. Yamien dan Juice Strawberry Sams (selalu RO kalau di Bandung)
7. Yoko You, Nice atmpshere, awful food - ga ada rasanya
8. Sarapan di Pasar Lembang (scr gue lagi ada training 5 hari di putri gunung), Bubur ayam, Lontong Kari, Nasi Kuning, Kupat Tahu, Bandrek

Photo AlbumKa Bandung 11-16 Jan 2007 (130 photos)Apr 27, '07 12:24 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Bandung 11-16 Jan 07 > FOTONYA terusssss scroll Ke BAwah

Mie Akung
Jl. Lodaya 123, Phone (022) 7314746

Gue dan Erna menghabiskan makan malam pertama kita minggu itu di Mie Akung ini, pas mau mesen kita tinggal nulis pesanan kita dengan kode2 di kasir. Pertama pilih Mienya, Yamien Manis (Mie dgn Kecap manis), Yamien Asin (Mie dengan Kecap Asin) atau Mie Ayam terus pilih porsinya 1 atau setengah setelah itu pilih pendampingnya dengan nulis singkatan2 seperti B (Baso), P (pangsit), T (Tahu), S (Siomay) dan C (Ceker) , dari kelima pendamping itu, ternyata Cuma 3 yang masih tersedia, yaitu B T S. Jadilah gue mesen Yamien Manis ½ BTS dan Erna pesen Yamien Manis biasa ½ . Untuk minumannya sebenarnya ada Es Duren yang ngetop banget, cuman sayang malam itu udah seep euy alias abis, biasanya sih memang sampai sore udah sold out untuk Es Duren.

Soal porsi, Mie Akung emang rajanya, meja sebelah kita yang pesen porsi 1, busettt Besar banget Mangkok dan isinya, kita sengaja mesen setengah supaya kalau mau pintong nyobain makanan lain masih bisa hehehe.

Pas mienya datang, saya nggak terlalu berkesan dengan Yamien Manis saya, enak sih tapi nggak sesuatu yang bikin bilang “enak nih”, malahan pendamping BTS nya yang cukup outstanding, kualitas BTSnya bagus banget, gurih, kenyal dan kerasa kalau pakai bahan2 yang prima.

Overall sih cukup puas baik mutu makanan, servis maupun ambience Warung Mie yang sederhana tapi cukup nyaman, dan warung ini walau terlihat mungil dari depan tapi ternyata gedang banget lho bo, mejanya aja ada 100 (ketauan dari nomor meja yang ada di Kasir), jadi kalau anda rombongan, nggak salah deh buat mampir disini.


Es Bungsu dan Batagor sebrangnya
Jl. Bungsu/Veteran

Juga sudah cukup terkenal Es Bungsu aka Es Oyennya, isinya Alpukat, Kelapa Muda dan Pacar Cina. Kita pengen Batagor tapi Kingsley udah tutup. Akhirnya Nyobain Batagor di sebrangnya Es Bungsu ini, lumayan kok nggak kalah dr Kingsley, tapi kok sepi ya tempatnya.


Ayam Goreng Sawios
Jl. Aceh, di Gang Samping Cafe BMC (Bandoeng Milksche Centrale)

Late Lunch disini sama Erna, karena Very Late Lunch (sekitar jam 5 sore), warung ini udah sepi, untung masih buka (dijadwalnya sih mereka buka sampai jam 6 sore). Kita mesen Ayam Goreng Serundeng, Pesmol Ikan, Tuna Bungkus Dadar, Tumis Jamur dan Oncom Goreng. Yang juara adalah Ayam Goreng Serundengnya yang gurih dan crunchy serundengnya, bumbunya juga pas banget, terus yang kita sampe nambah, Tuna Bungkus Dadarnya, Tunanya kering tapi masih Juicy dalamnya dan bungkus dadarnya juga enak. Kalau Pesmol Ikannya menuru Erna kemanisan, apalagi dia suka Pesmol Betawi yang lebih spicy, untuk Tumis Jamur dan Oncom Gorengnya sih enak enak standar aja.

Selain makanan , yang khas di sini adalah sang Ibu Penjual/Pemilik yang sangat ramah dan selalu menutup katanya dengan Sawios yang artinya kurang lebih Ya Udah atau It’s OK (CMIIW yang Sundanese Mother Tongue), malah pas Hpnya Erna jatuh si Ibu sempat mengira yang jatuh kotak kartunamanya dia yang memang baru kita ambil, beliau menyebut Sawiosssss Neng, kata Erna, Ibu kalau ini sih bukan Sawios tapi HP jatuh hahahahaha. Damage Cost disini juga nggak terlalu merusak, sangat merakyat lah, kurang lebih 30-40K buat berdua sudah kenyang makan dan minum.


Ice Cream PT Rasa
Jl. Tamblong

Pengen nyobain es krim jadul di PT Rasa ini, kita mesen Poffertjes with Ice Cream dan Waffle with Ice Cream. Sambil nunggu pesanan waffle datang, kita mesen berbagai Pastries yang ada disitu, ada pastel, chicken pie dll, rasanya sih enak tapi nothing special, masih lebih enak pastry2 di Kartika Rasa atau Prima Rasa.

Es Krim Poffertjesnya Erna datang dengan komposisi tiga poffertjes dihiasi gula halus, whipped cream dan satu scoop Ice Cream (Erna milih Moka), Waffle Ice Cream gue komposisinya 2 buah Waffles, 2 scoop Ice Cream Vanilla dan Strawberry Sauce. Untuk Es Krimnya sih enak, terasa adonan Jadulnya, tapi Poffertjes dan Wafflenya kuran OK euy, nggak kerasa lembutnya, kesannya agak seadanya, lain kali kalau kesini akan pesan es krimnya saja.

PT Rasa juga menyediakan masakan2 Indonesia seperti Sop Buntut, Nasi Bogana, Lontong Cap Go Meh dll.


Ceu Mar
Jl. Cikapundung (Dr Jl. Asia Afrika pas Museum Asia Afrika belok kanan mengarah ke Jl. Braga, deket Toko Taurus)
Buka 9 malam – 3 pagi


Gue penasaran banget sama tempat makan yang satu ini, selain katanya jual makanan rumahan yang enak, tempat ini juga baru buka jam 9 malam sampai jam 3 pagi, pengunjungnya macem2 dr orang pulang ngapel sampe orang pulang dugem, lokasinya yang outdoor juga menjadi daya tarik tempat ini.

Pertama gue kesana, sorangan wae, Erna udah ngantuk (udah jam 10 coy), sampe sana udah rame banget, ikut antrian yang teratur ga ada yang saling serobot, ambil nasi sendiri dan lauk sendiri yang banyakkk banget jenisnya. Malam itu gue nyoba Nasi pake Gule Sapi (ini salah satu andalannya, yang ditaruh dalam dandang besar) terus Semur Jengkol (mumpung ga ada Erna hehe), plus irisan Babat, terus langsung bayar di Ceu Mar, sambil ditanya, Kaseppp minumnya apa, Es Jeruk dong Ceu hehe.

Kerusakan malam itu sekitar 15 ribuan. Makannya di kursi2 plastik yang dibiarkan bebas tanpa diatur, ga pake meja segala makannya bos. Rasa makanannya sendiri decent at its bets, Gulai Sapinya spicy dan gurih , Jengkolnya mantap dan Irisan babatnya juga gurih banget, apalagi angin malam yang sejuk itu, bonusnya sambil people watching, macem2 deh crowdnya malam itu, dari satu keluarga muda (dengan anaknya yang masih balita), sampe ke Teteh2 yang kayaknya abis itu kerja malam di Braga (tau dong hehe)



RM Sunda Ma’Uneh
Jl. Pajajaran, sebelum Melinda Hospital ya udah ada Gang masuk aja gituh mindik2. Jumat Tutup, Tiap Hari buka jam 7 pagi sampai 6 sore.

Walau agak nyelempit di dalam, Warung Ma Uneh ini cukup representatif dan cukup besar. Kita bisa milih makanan di Etalase terus akan disajikan di Meja, harganya sih cukup mahal untuk ukuran Warung Sunda, tapi kualitas dan pilihan menunya OK banget.

Kita nyobain Pepes Ikan Mas, Sate Bandeng bumbu Mangmud (mangga muda), Tumis Hareumis, dan Pepes Telur Asin. Semuanya Enak, Erna seneng banget Pepes Ikan Masnya, Bandeng gue juga legit dan pas berpadu sama sambel mangga muda, Pepes Telur Asinnya juga lembut dan gurih, Tumis Hareumisnya cukup enak, ini pertama kali gue makan Tumis Hareumis, cuman Sambelnya buat kita kurang pedes, kalau bisa lebih pedes lagi pasti lebih mantap.

Selain menu diatas, kita bisa milih menu lain seperti Udang Windu Sambal Mangga, Gurame /Bawal Putih/Ikan Mas Goreng Sambal Mangga, Pepes Ayam/Tahu/Jamur/Peda/Usus Ayam/Peda/Jambal Roti/Udang, Ayam Goreng/Bakar, Babat/Usus Sapi/Limpa/Otak Sapi/Gepuk/Paru Goreng, Semur Jengkol, Rendang Daging/Hati, Tumis Jamur, Tumis Campur, Tumis Pare, Ulukuteuk Lenca, Kentang Kering, Semur Lidah, Soto Bandung, Sop Buntut, Sop Kikil , Sayur Asem, Karedok, Dendeng Ragi, duhhh banyak banget pilihannya. Enak lah pokoknya, kudu dicoba.





Awug Beras Asli Cibeunying Putra
Kang Asep, HP : 0813 2116 4433
Jl. Sindanglaya – Sukamiskin
Jl. Padasuka Cicaheum, dekat Saung Angklung Udjo

Saat gue ke Kecamatan Cimenyan, pulangnya karena males bermacet2 ria di depan Terminal Cicaheum, gue coba cari jalan agak muter tapi lumayan lancer menuju Soekarno Hatta kearah Ujung Berung situ. Pas di deket sukamiskin (penjara) lewat di depan Minimarket Indomaret, di depannya ada Gerobak berhiaskan alat kukusan nasi dengan sign besar “ AWUG BERAS”, wah kayaknya udah sering makan Awug di Jakarta tapi belum nyobain Awug Bandung. Akhirnya berhenti dan pesan satu untuk dibawa pulang, sang penjual mengiris awug yang berbentuk seperti tumpeng (cetakannya kan sama) tapi sudah terpotong separuh sih gunungannya, dipotong menjadi irisan2 setebal 2 cmdan dimasukkan ke kotak, warna awug sendiri adalah putih berhiaskan rona2 gula merah disana – sini, bagus deh nggak di bastardized pake pewarna merah maupun hijau yang ngejreng itu. Setiap kotak dihargai 5000 rupiah, dilengkapi sebungkus kelapa muda parut.

Nggak sabar untuk nyoba, setelah potret2 dikit di Mobil, langsung gue tuangin Kelapa parut ke tumpukan awug awug lucu itu, saat dimakan, yang terbayang adalah rasa kue putu, memang hamper semua bahannya sama, Cuma cetakannya aja yang beda. Tapi Awug yang satu ini emang beda, keliatan banget kalau sang penjual memakai bahan2 terbaik, tepungnya wangi nggak bau sama sekali, gula merahnya juga manis dang a banyak sampah2 kerikilnya, kelapa parutnya juga muda dan fresh banget, kayaknya enak banget dimakan sore2 ditemenin bandrek, hmmmmm.


Batagor Kingsley
Jl. Veteran

Ini sih udah rada Standard yah, di Kingsley bisa pesen Batagor atau Batagor Kuah pilihannya Baso Tahu atau Somay. Soal rasa sih lebih menang dari Riri, tapi Abuy juga enak. Walaupun sudah berkali2 kesini, tetep jadi agenda mampir pas ke Bandung


RM Boemi Joglo
Jl. Rancakendal Luhur, Dago Pakar

RM ini udah gue incer dari dulu, soalnya menspesialisasikan diri di Nasi Liwet. Jadilah akhirnya kita kesana, Adi dan Mia jemput gue di Hotel untuk meluncur ke tempat ini, sambil nungguin Harnaz yang masih di….. Karawang huehehe jauh amat Har. Sienny dan Linda juga katanya mau datang, tapi akhirnya ga nongol2 tuh. Sampai disana kita mesen Nasi Liwet Ayam Jamur sama NAsi Liwet Ikan Asin Pete (bisa tanpa pete juga sih), plus mesen Sate Maranggi, Jerohan Goreng sama Tempe Mendoan. Tempatnya lumayan cozy walau nggak sepsial di design, cukup nyaman lah buat makan sama keluarga atau teman. Menu nasi Liwetnya lucu karena ada kode buat berapa orangnya untuk tiap ukuran.

Tempe Mendoannya lumayan lah, berhubung gue udah sering ke Purwokerto dan ngerasain Mendoan Aslinya yah Mendoan disini bisa dikategorikan ke tingkat rata2 saja. Sambil nunggu Harnaz, Nasi Liwetnya datang, Nas Liw Ay Jamnya uenakkk seperti makan Nasi Tim dengan wangi Sunda hehe, gue seneng banget lah makannya. Nas Liw Ik As Peteuynya juga nendang abis, karena Pete cuman ditaburin diatas, yang nggak suka Pistachio Lokal ini bisa ngambil Nasi tanpa nyentuh Peteuynya, Di kedua nasi cukup banyak memakai Surawung/Kemangi, makin wangi deh. Gorengan Jerohannya sih standard aja. Ga Lama Harnaz datang, karena kita berempat lapar berat jadi deh dia cuman kebagian dikit hueheheh Rezekilu dipatok Ayam Har. Pas di tempat ini Harnaz sempat menanyakan seseorang sebanyak 3 kali, mau Apple to Apple (or Melon in this Case) comparison kali ya Har, is it the right size hahahahahaha, tau kan siapa yang dimaksud.



Warung Lela
Jl. Rancakendal Luhur, Dago Pakar

Berhubung Harnaz belum kenyang di Boemi Joglo, akhirnya kita pintong ke Warung Lela. Tempat yang tadinya hanya untuk menjamu teman2 Ibu Lela, sang pemilik warung, sekarang jadi tempat yang happening, khususnya malam weekend. Menu yang ditawarkan sebenernya cukup sederhana , seperti Yamin, Sop Buntut dll. Pas liat menu, ada yang cukup seru, yaitu Nasi Lidah, sayang ternyata habis. Akhirnya Harnaz mesen Yamien, dan kita mesen minuman Es Jeruk Kalapa sama cemil2an aja. Tempatnya asik buat nongkrong, kalau rasa Yamiennya sih masih kalah sama Yamien Sam’s Strawberry di Dago depan FO Episode atau Yamien Akung. Dari sini pintong ke……


Martabak Manis Andir
Jl. Jend. Sudirman Kav 415 depan Pasar Andir (buka malam)

Warung Martabak yang konon pernah menjadi juara Lomba Martabak yang diadakan Blue Band ini jadi favoritnya Cindih Ceret, rasanya lucu2 dari Jagung, Coktail, Mangga, Nagka, Parmesan Cheese, Duren, Kacang Merah, sampai Manisan Belimbing. Malam itu kita nyobain Martabak Tipker Keju dan Martabak Jagung, Tipkernya tip dan ker banget dgn rasa keju, jadi gurih banget dengan sedikit hint manis. Terus martabak Jagung (pake sweetcorn kalengan) Plus susu kental manis dan keju, wah full kalori tapi kalau buat sekali-kali sih OK, enak banget lah ni martabak. Walau warung ini nggak punya tempat buat makan ditempat, kayaknay Geng Hore kita udah biasa makan ditempat, akhirnya kita minjem bangku2 plastik dan makan ditempat dengan pemandangan Pasar Andir disebrang jalan. Puas banget disini, Harnaz sampe merem melek dan Adi sampe pake sedotan buat ngabisin susu kental manis yg nyisa di box hahahaha. Dari sini pintong ke ….


Ronde Jahe Alkateri @ Cibadak
Warung tenda di Jalan Cibadak

Ronde Jahe Alkateri ini mungkin brand ronde yang paling ngetop di Bandung. Pusatnya seperti namanya tentu di Jl. Alkateri kawasan Pasar Baru Bandung, cabangnya ada beberapa , dr yang di Paskal Hypersquare sampai di Cibadak ini. Varian kuah rondenya ada 2 yang bisa dipilih Gula Merah dan Gula Putih, Gue nyobain Gula Putih dan Erna Gula Merah. Setiap Mangkok diisi 3 buah ronde besar isi teng2 kacang dan beberapa buletan ronde mini tanpa isi (nah ini yang lain). Ketan di rondenya lembut dan enak, isiannya juga. Untuk kuah saya lebih cocok ke Gula Putih yg dikasih sedikit Gula merah hehe. Kalau Gula Merah aja kemanisan Jahenya kurang kerasa, kalau Gula Putih aja kurang mantap, dicampur baru sip. Jahe di Ronjateri ini cenderung Mild , nggak segalak Ronde Jawa Tengah. Dari sini pintong ke.... Bobok kaliiii udah malem hehe


GOR Pajajaran
Jl. Pajajaran

Banyak yang bilang ini tempat olahraga di Bandung, tapi sekarang lebih ngetop sebagai tempat sarapan, karena banyak banget yang jualan makanan di tempat ini pagi hari. Pagi itu gue lagi pengen banget makan Nasi Tim, akhirnya kita mangkal di yang jualan Cakle Lie Tjay Tat dibagian belakang, Erna mesen Yamien (halal) dan Gue mesen Nasi Tim San Jose di warung depannya. Kita juga nyobain Cakwe dan Bubur Kacang Hokkiennya. Yamien Erna B aja, Cakwenya cukup enak dan gede banget, Bubur Kacangnya cukup OK, kacangnya empuk dan nggak terlalu manis, paling enak dimakan dengan cakwe. Nahhh Nasi tim gue nih yang spesial pake ayam kampung dan jamur hitam, ayamnya nggak di potong dadu tapi dibiarkan berupa segmen2 besar masih dengan tulangnya, dan nggak pake kecap tll banyak, jadi flavor alami ayamnya keluar semua, enak banget.

Di GOR ini masih banyak makanan lainnya, ada yang Halal dan non-Halal. Di deretan yang Halal ada Nasi Tim Sizi Atjep, Kupat Tahu, Kembang Tahu, Bubur Ayam/Ikan/Tiram/Kepiting, Ayam Goreng, Batagor/Somay, Nasi Kuning, Pepes Nasi dan pepes2an Tantenya Cindy, Soto Po, Mie Kocok, Es Goyobod, Nasgor, Bebek Panggang,dan Nasi Hainam. Bagian Non-Halal ada Bapang dan Ambokueh, Selain makan kita juga bisa belanja bahan masakan seperti Sayuran dan seafood, OK lah pokokna.


Nasi Tim Sizi Atjep
Di Jalan2 Kota Bandung dengan Gerobag Mungil, Gue Nyobain di Jl. Riau sebrang FO Cascade

Ini Nasi Tim idolanya Adi si Tukang Masak, Nasi tim seharga 9000 ini dijajakan oleh gerobak di banyak tempat. Penyajiannya sangat higienis dengan tray berisi nasi tim, sambel, Acar dan semangkuk kuah. Nasi Timnay memakai potongan ayam bumbu kecap dan setengah telur asin, nasinya cukup moist, ayamnya gurih menyatu dengan telur asin. Sangat mudah ditemukan di banyak tempat, kualitasnya juga OK , direkomendasikan buat dicoba.

Makanan di belakang Gedung Sate
Ruas Jalan Cimandiri (masuk dari Jl. Riau trus prapatan Heritage ke kiri trus mentok ke kanan)

Ruas jalan Cimandiri ini ngetop karena Sop Buah Pak Ewok yang masih juga rame dan laris sampe sekarang, bisa pilih Sop Buah biasa (5000) atau Sop Buah pake Duren (7000an kayaknya), pilihan buahnya dari yg std seperti Strawberry, apel, melon sampe yg rada nyeleneh kayak kelengkeng, manggis dan tjampolay. Selain Sop Buah di kiri kanannya juga banyak jajanan enak nan murah yang bisa dicoba. Buat sarapan ada Kupat Tahu dan Lontong Kari, terus siangan dikit ada makanan Fav gue, Sate Ayam dan Sapi , pake Lontong bumbunya kacang agak2 mirip bumbu pecel. Terus sanaan dikit ada Nasi Bakar, Nasi bumbu bungkus daun yang dibakar , dimakan dgn tahu/tempe gr, bala2 jagung dan ayam Serundeng.


Nasi Timbel Bawean
Jl. Bawean, depan Toko Kue Bawean

Pas dateng makan siang rame banget euy. Liat di jajaran lauknya, kok agak minimalis ya, ada beberapa macam pepes, tempe/tahu goring, ayam goring gepuk dll, sangat standard, sambelnya juga Cuma satu macam dan yang paling ga correct, lalapnya cuman timun, wahh ga sunda banget sih. Gue ambil Nasi Merah + Ayam yang digoreng dulu sebentar, erna sama menunya tambah tempe goring. Rasanya sih Lumayan, cuman pilihan makanan dan tempatnya kurang asik juga sih buat nyantai, emang diset utk quickie (heheheh). Pas bayar Cuma sekitar 15 ribuan, nah mungkin ini salah satu kelebihannya, mursida banget bow. Untuk harga yang hamper sama , gue lebih milih Nasi Timbel tendaan di depan Masjid Istiqomah belakang gedung sate, lauknya lebih banyak dan lalapnya kumplit.


Colenak Murdi Putra
Jl. Ahmad Yani, Cicaheum.

Di Warung kecil yang berfungsi sebagai Toko Kelontong ini , kita bisa membeli Colenak (dicocol enak) yaitu Tape Bakar yang dikasih bumbu unti gula merah. Wangi, legit dan manis, enak buat sore2


Café Sapu Lidi
Jl. Sersan Bajuri, dr Jl. Setiabudi ketemu terminal Ledeng, belok kiri arah ke The Peak ikutin aja terus sambil liat plang Sapu Lidi

Resto ala Resort ini (ada Resortnya juga sih) seperti kebanyakan Resto2 di daerah ini, dipenuhi oleh kendaraan plat B siang itu. Sebenarnya sih kita udah makan jadi Cuma ngicipin snacknya Surabi Kuah dan Wedang Ronde. Pas baru masuk pelayanan dr Greeternya sih bagus, begitu duduk berubah drastis, kita sempat pindah meja krn area yang kita suka udah ga bisa diserve lagi, heh aturan dr mana tuh, ya udah pindah tempat. Lebih kacau lagi makananya, Rondenya ngasal dengan bola2 kecil tanpa isi dan Surabinya juga ga asik, belum lagi tempat penyajiannya yang nggak match, nggak lagi2 deh makan disini.


Kedai Teko
Jl. Cieumbeuluit, Dr UNPAR naik terus, sebelum Bale Pakuan/Hotel Arjuna, ada Jalan kecil belok kiri, ikutin aja jalan setelah ketemu rumah layaknya istana di kiri nggak jauh di kanan ada Kedai Teko.

Kedai ini direkomendasikan oleh Cindih Cereth van Bandung terutama untuk Chai Masalanya. Tempatnya sendiri cukup asri dengan gazebo2 lesehan dan ada beberapa tempat duduk juga, kita bisa santai baca majalah, diskusi atau pacaran di tempat ini.
Menunya lumayan banyak, ada makanan western seperti pasta dan sandwich, tapi berhubung kita masih kenyang dr lunch, kita nyobain Teh nya aja, gue nyoba Chi (kayaknya sih Chai) dan Erna nyobain Ginger and Clove Tea. Teh datang dengan Teko unik untuk masing2 jenis dan 2 cup each, wah bisa saling coba nih, Tehnya Erna cukup enak Black Tea yang diberi aroma Cengkeh dan Jahe, cukup menghatkan. Chi Tea gue datang dengan saringan dari rotan dan sogokan lidi buat kalau ada ingredient yang nyangkut di leher Teko. Gue yang penggemar Indian Chai Masala suka Chi yang Spicy, Kental dan Creamy, nah varian di Kedai Teko ini yang versi lightnya jad nggak nendang buat gue, tapi lumayan lah buat sore2 gitu.


The Kiosk @ Setiabudi Supermarket
Setiabudi Supermaket, Jl. Setiabudi (sekali lagi gue nyebut Setiabudi dapet mangkok cantik kali ye)

Tempat yang aman untuk makan, karena lokasinya pasti dan nyaman, makanannya juga macem2, parkir luas, dan bisa sekalian belanja di Setiabudi Supermarket. Malam itu pilihan gue kembali jatuh ke Lontong Kari Kebon Karet yang pake Ayam dan Es Alpukat Negornya Alpukat Sadewo. Lontong Kari yang biasanya dimakan buat sarapan oleh Orang Bandung ternyata sama enaknya buat makan malam, apalagi kuahnya yang spicy dan gurih banget itu, tambah seger pas dikucurin air jeruk limo plus dikasih sambel sedikit. Es Alpukat yang biasanya Hijau gelap berpadu gurat2 susu kental manis coklat, kali ini berwarna cukup gelap layaknya African America (Rasis kan bow bilang the N word). Alpukatnya pilihan, memakai Alpukat Mentega Lembang, terus dikasih sirup/pasta moka dan susu kental manis coklat, Kojo lah. Erna yang belum terlalu laper, Cuma nyobain aneka gorengan dari Simanalagi.

ReviewReviewReviewReviewLontong Kari “Kebon Karet”, BandungJun 27, '06 2:59 PM
for everyone
Category:Restaurants
Cuisine: Asian
Location:Bandung
Good Taste & Original Since 1966, itu tagline yang dipasang di kartu nama Lontong Kari Kebon Karet ini, membuat saya semakin tak sabar untuk membuktikannya. Sambil menunggu , saya examine the menu di The Kiosk, Food Court di Setiabudhi Supermarket (rekomendasinya Cindy), nggak lama berselang, akhirnya pesanan saya, Lontong Kari Ayam + telur datang, bertabur kacang kedele dan irisan daun seledri, dari penampilannya sih meyakinkan.

Saat dicoba, ternyata klaim mereka diatas nggak berlebihan, very good taste indeed, mengenai original, apa maksudnya ya , apakah Lontong Kari ini aseli Bandung well saya gak terlalu yakin, seperti banyak Makanan Enak di dunia ini, pasti ada aja pengaruh dr luar, Kari sendiri sih pengaruh India, tapi yang ini nggak sespicy dan serich Kari India. Kuah Kari di tempat ini lebih light dan Indonesia banget, perpaduan antara kuah Gule yang gurih dan spicy dan kuah opor yang rich dan sedikit ada tone manis.

Suwiran ayamnya cukup generous (juga potongan daging yg saya intip di Lontong Kari Sapi pesanan Mertua), bisa ditambah kelezatannya dengan Sambel dan peresan Jeruk Limo + emping, side dishnya bisa pesan Telor Pindang

Hmmm puas banget

Lontong Kari Sapi Rp.8,000,-
Lontong Kari Ayam Rp. 8,000,-
Kerupuk Aci Rp. 1,000,-
Telor Rp. 1,000,-


Pusat:
Jl. Otto Iskandar Dinata Gg. Kebon Karet (Gubernuran) , Bandung
Phone: 022-4221965

Cabang: (semua di Bandung)
- The Kiosk at Setiabudhi Supermarket, Jl. Dr. Setiabudhi 46
- Imam Bonjol 7
- Kartika Sari Kebon Jukut
- Paskal Hypersquare @ Pasir Kaliki
- RM Dapur Cobek, Jl. Surya Sumantri
- RM Dapur Cobek, Jl. Sulanjana


PS: Ada sedikit cerita lucu saat nyari The Kiosk @ Setiabudhi Supermarket ini,
Supermarket Setiabudhi keliatan cukup ramai di malam itu, saya sudah siap memarkir mobil didepannya, tapi nginget2 cerita Cindy katanya ada 2 pintu masuk, dr Depan dan Belakang, saat itu posisi saya di pertigaan Jl. Setiabudhi yang ada Butik Invio, supaya gak kecele, saya Tanya Tukang Parkir

Arie (dgn Logat dan Bhs Sunda pas2an) : Mang The Kiosk teh timana nya, bade parkir
Si Mamang Parkir : Oh Kios sep, mangga parker diditu, sambil nunjuk agak kebelakang dikit
Arie : (memundurkan mobil sambil parker dan sekeluarga turun)
Arie: Timana mang The Kiosk na
Mamang: (sambil gaya sopan dan nunjuk pake jempol), Eta Sep Kios (Nunjuk warung rokok deket mobil gue

Huaahhahahaha hahahah, sekeluarga ngakak, ah si Mamang hari gini mah bercanda,

Ya udah akhirnya memutuskan masuk aja ke Setiabudhi Supermarket dan nanya karyawan, tyt kita memang di tempat yg benar dan The Kiosk ada di Lt2
Sepulang makan, nyamperin si Mamang dan kasih tau, Mang diatas teh tempat makan namina The Kiosk, dia cuman manggut2 sambil senyum2, mungkin sambil mikir, Restoran bleguk ngasih nama mah Kios hahahahah



© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help